Kabar Sedih, Australia Tutup Akses Masuk Buat Wisatawan Hingga 2021

0
Opera House Sydney (mothership.sg)

Mungkin bagi sebagian orang di Indonesia, Australia bakal terasa begitu ‘jauh,’ pasalnya Negara Benua tersebut telah menutup rapat-rapat bagi hadirnya wisatawan, setidaknya hingga tahun 2021 mendatang. Konkritnya, bagi Anda yang ingin berwisata atau ada niatan menengok sanak saudara yang menetap di Australia, maka harus gigit jari. Kebijakan lockdown bagi turisme ini terkait pandemi Covid-19, dimana Pemerintah Australia berusaha memproteksi kesehatan warganya dari potensi masuknya virus yang kemungkinan dibawa oleh pelancong.

Baca juga: Bandara Changi Hadirkan Transit Holding Areas untuk Penumpang Singapore Airlines

Meski hal tersebut merupakan kabar yang membuat sedih, namun, negara asal Koala ini tetap berusaha untuk melonggarkan aturan masuk bagi pelajar dan pengunjung yang sudah atau berencana tinggal dalam jangka panjang di Australia, seperti halnya warna negara asing yang telah mendapatkan hak sebagai permanent resident. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Perdagangan Simon Brimingham pada Rabu (17/6/2020).

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (17/6/2020), Simon mengatakan, meski begitu aturan karantina selama 14 hari untuk warga negara yang kembali tetap diterapkan kepada para pelajar internasional dan pelancong yang akan tinggal dalam jangka panjang. Kewajiban karantina selama 14 hari menjadi pertanda tak memungkinkan bagi terbukanya sektor pariwisata, pasalnya setiap turis yang tiba di Australia, sudah akan kehabisan waktu 14 hari di karantina, sebelum nantinya dibebaskan bila dinyatakan tak terkangkit Covid-19.

Simon menambahkan, kembalinya pelajar internasional akan menjadi pendorong bagi universitas yang menghadapi kerugian finansial karena pembatasan selama ini. Apalagi pelajar internasional adalah penghasil devisa terbesar keempat Australia yang menghasilkan sebesar Aus$38 miliar setahunnya.

Saat ini Australia punya lebih dari 7300 kasus Covid-19 dan 102 orang meninggal. Ini mencatat kenaikan harian terbesar dalam infeksi baru lebih dari sebulan dan sebagian besar kasus Covid-19 terjadi di Negara Bagian Victoria. Victoria sendiri merupakan negara bagian kedua terpadat dan mencatatkan 21 kasus baru dalam semalam dengan 15 diantaranya adalah pelancong yang kini dalam karantina.

Baca juga: Marak Virus Corona, Wanita di Australia ini Timbun Tisu Toilet untuk Stok 12 Tahun!

Terkait hal tersebut, KabarPenumpang.com telah mencoba mendapatkan tanggapan dari Wakil Duta Besar Australia di Indonesia Allaster Cox, namun belum ada jawaban sampai tulisan ini diturunkan.

Leave a Reply