Kanada Jadi Negara Pertama Terapkan Standar Baru untuk Bantu Pilot Hindari Runway Licin

0
Southwest flight 1248 tergelincir di Bandara Chicago Midway, Illinois, AS, pada 2005. Insiden itu sedikitnya menewaskan satu penumpang. Foto: Historic Collection/Alamy

Insiden pesawat tergelincir saat mendarat di landasan licin, baik itu karena bersalju, berlumpur, maupun hujan deras, bisa dibilang cukup sering terjadi. Pada tahun 2016 lalu, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mencatat pesawat tergelincir di landasan pacu (runway) karena licin terjadi hampir sekali dalam sepekan di seluruh dunia.

Baca juga: Lawan Cuaca Buruk, Pesawat WestJet Tergelincir di Landas Pacu

Celakanya, sejak era penerbangan dimulai sampai saat ini, ancaman runway licin akibat fenomena alam dan menyebabkan selip ban atau hydroplaning belum juga bisa ditanggulangi bersama.

Ketika dihadapi dengan cuaca buruk, pilot biasanya tak memiliki informasi akurat seperti apa keadaan runway di bandara tujuan. Saking sedikitnya informasi, pilot diistilahkan terbang buta atau flying blind ketika mencoba memahami risiko mendarat di bandara bersalju, berlumpur, atau mungkin tergenang air akibat hujan deras.

Dalam upaya menggali informasi, selain berkomunikasi dengan petugas approach ATC, pilot juga mengandalkan informasi dari pilot pesawat yang berada di depan. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan insiden pesawat tergelincir terjadi. Sebab, antara pesawat yang satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan berat kosong dan berat isi pesawat, teknik pendaratan, pengalaman, dan mental.

Insiden Southwest flight 1248 yang tergelincir di Bandara Chicago Midway pada 2005 lalu, misalnya, dari hasil penyelidikan, landasan pacu ternyata lebih licin dari yang dibayangkan pilot Southwest, berdasarkan analisis komputer tiga pesawat di belakangnya. Lagi pula, kondisi runway berubah dengan cepat, apalagi saat cuaca buruk. Dengan kata lain, mengikuti teknik pendaratan pesawat yang berada di depannya tentu tidak tepat.

Guna memutus rantai kejadian tersebut, Regulator Penerbangan Sipil Kanada, Transport Canada, belum lama ini dikabarkan mulai menerapkan prinsip teknik standar baru. Ini berguna untuk pilot dan maskapai untuk mencocokkan penilaian teknik pengereman mereka dengan data objektif yang dikumpulkan oleh sensor pesawat.

Baca juga: Bandara Internasional Moskow Gunakan Tank untuk Menderek Pesawat

Dilansir macleans.ca, penasihat Transport Canada mengungkapkan, setidaknya ada empat standar baru berupa indikator untuk dijadikan dasar keputusan pilot mendarat atau tidak, mulai dari indikator “good” yang berarti runway aman hanya dengan pendaratan mulus, “medium” fungsi rem tidak efektif dan harus dibantu dengan teknik pendaratan hard landing, “poor” pengereman dan kontrol arah lateral pesawat minimal, dan terakhir “nil” atau “nihil” yang berarti pesawat kemungkinan besar akan tergelincir atau disarankan mendarat di bandara lain.

Disebutkan, standar baru ini sudah mulai diterapkan di Negeri Pecahan Es tersebut mengingat urgensinya. Hal itu pun menjadikan Transport Canada atau regulator penerbangan sipil Kanada dinobatkan sebagai regulator pertama yang menerapkan prinsip teknik standar baru tersebut.

Leave a Reply