Saturday, February 24, 2024
HomeHot NewsKasihan, Boeing 747-8 VIP Bekas Kerajaan Arab Saudi ‘Dimutilasi’: Baru Mencatat 50...

Kasihan, Boeing 747-8 VIP Bekas Kerajaan Arab Saudi ‘Dimutilasi’: Baru Mencatat 50 Jam Terbang

Boeing 747-8 VIP yang sejatinya diperuntukkan mendukung mobilitas keluarga kerajaan Arab Saudi melalui operator Saudi Arabian Royal Flight Group harus dibongkar. Pembongkaran terjadi di kuburan pesawat di padang pasir Pinal Airpark, Marana, Arizona. Sebetulnya, pembongkaran atau dipotong-potongnya pesawat bukan hal aneh, tetapi pada kasus Boeing 747-8 VIP ini menjadi aneh lantaran pesawat baru genap mencatat 50 jam terbang.

Baca juga: Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 Intercontinental

Sejak pertama kali muncul ke publik saat terbang perdana pada 9 Februari 1969, Boeing 747 selalu menjadi pusat perhatian. Penumpang di seluruh dunia menantikan untuk bisa naik pesawat berjuluk Queen of the Skies itu.

Begitupun juga sebaliknya, maskapai di seluruh dunia berlomba memilikinya. Ketika itu, muncul stigma bahwa dengan menerbangkan Boeing 747 maskapai itu akan menjadi naik kelas ke jajaran maskapai elite.

Ini tentu saja sesuai harapan Boeing, yang notabene mempertaruhkan reputasi dan masa depan perusahaan melalui Boeing 747. Andai gagal, Boeing terancam bangkrut saking besarnya investasi pada proyek 747.

Beruntung, proyek Boeing 747 sukses. Tak kurang dari 1.500 unit pesawat dalam konfigurasi penumpang, kargo, dan khusus, sejak tahun 1969, terus diproduksi di pabrik Everett dan menjadi pesawat superjumbo atau paling sukses di dunia, mengalahkan Airbus A380 yang proyeknya bisa dibilang gagal total dan tak berumur panjang.

Sayangnya, kesuksesan di pasar komersial tak diikuti kesuksesan di pasar jet bisnis. Sejak terbang perdana pada tahun 2012, Boeing 747-8BBJ atau pesawat Boeing 747-8 VIP tak laku di pasaran. Bahkan, salah satu pesawat Boeing 747-8 VIP yang dibeli untuk keluarga kerajaan Arab Saudi dan baru mencatat 50 jam terbang terpaksa harus di-scrapped atau dipotong-potong sesudah ditetapkan pensiun dini.

Dilansir Simple Flying, sejak tahun 2012 silam, pesawat yang dikirim ke operator Saudi Arabian Royal Flight Group itu tak kunjung digunakan. Pesawat dengan nomor registrasi N458BJ itu justru hanya diparkir di bandara hampir 10 tahun lamanya di Basel, Swiss.

Sebelum dipensiunkan dini, pesawat Boeing 747-8 VIP itu sempat dijual namun sepi peminat. Dengan 42 jam terbang, pesawat akhirnya diterbangkan ke kuburan pesawat di Pinal Airpark dan diparkir jangka panjang di sana sebelum akhirnya di-scrapped dan dipotong-potong serta diambil bagian-bagian pentingnya.

Baca juga: Boeing 747-9I BBJ Presiden Erdogan Mendarat di Bali, Meski Mewah Ternyata Hasil Hibah dari Qatar

Diketahui, pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Biasanya pesawat yang sudah pensiun dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Selain itu, badan pesawat biasanya dipotong-potong menjadi bagian kecil untuk gantungan kunci dan dijual ke avgeeks di seluruh dunia. Mengingat Boeing 747-8 VIP adalah pesawat spesial dan unitnya bisa dihitung, besar kemungkinan penjualan gantungan kunci yang terbuat dari bekas pesawat itu akan laku keras di pasaran.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru