Kebijakan Unik Ratu Victoria Saat Naik Kereta Kerajaan, Diantaranya Menolak ada Toilet di Gerbong

0
Ratu Elizabeth II, yang tak lain adalah cicit dari Ratu Victoria. (townandcountrymag.com)

Kereta kerajaan sudah barang tentu identik dengan kemewahan, namun standar kemewahan untuk kaum berdarah biru punya perbedaan di setiap monarki. Kilas balik ke era Ratu Victoria (1819 – 1901) yang berkuasa di Tanah Britania, perlakuannya pada kereta kerajaan punya ciri khas tersendiri, yang boleh dibilang menjadi kisah yang menarik dicermati.

Baca juga: Kebakaran Melanda Stasiun Kereta Cepat Haramain Express Arab Saudi

Ini tidak hanya karena semua perjalanan resmi keluarga kerajaan dibayar oleh Sovereign Grant yang merupakan hibah dari dana pembayaran pajak yang diberikan Ratu setiap tahun. KabarPenumpang.com merangkum townandcountrymag.com (16/11/2020), disebutkan bahwa Ratu Victoria menjadi bangsawan pertama yang naik kereta tahun 1842 silam.

Ratu Victoria awalnya tidak antusias dengan ide kereta kerajaan, namun atas desakan Pangeran Albert yang merupakan suaminya, pada usia 23 tahun akhirnya Ia setuju untuk mencoba. Dia bepergian dengan kereta api dari Slough ke Paddington.

“Kereta Kerajaan sangat penting bagi pemerintahan Ratu Victoria. Dia melihat keliling negara sebagai tugasnya, sedangkan para raja tidak selalu berpikir seperti itu sebelumnya. Mereka sangat senang duduk di istana mereka dan tidak benar-benar pergi tur,” jelas sejarawan kerajaan Kate Williams.

Ratu Victoria memiliki sikap yang sangat berbeda, dimana Ia merasa punya tanggung jawab tugasnya untuk berkeliling Inggris sebanyak yang dia bisa, sehingga adanya Kereta Kerajaan membuatnya lebih mudah baginya. Sang ratu jelas-jelas mengambil kenyamanan,  satu set gerbong pribadi pun dibuatnya pada tahun 1869.

Untuk gerbong ini, menghabiskan dana £700, yang uniknya berasal dari uangnya sendiri, gerbong-gerbong itu dicat dengan cat emas 23 karat dan dihiasi dengan sutra dan satin. Selama bertahun-tahun, itu juga ditingkatkan dengan teknologi modern mutakhir seperti penerangan listrik pada tahun 1890-an.

Uniknya Ratu Victoria tidak menginginkan adanya toilet di dalam kereta dan lebih memilih menghentikan kereta agar bisa beristirahat setiap beberapa jam di toilet atau kamar mandi stasiun. Bahkan tahun 1866 sebuah stasiun kereta api bahkan dibangun di desa Ballater sehingga Ratu dapat menggunakan kereta tersebut untuk melakukan perjalanan lebih mudah ke Balmoral, tempat liburan kerajaan favorit sejak lama.

Kereta kerajaan dulunya adalah rahasia negara hingga tahun 1946 dan keberadaannya dijaga dengan hati-hati. Selama Perang Dunia I, Raja George V, kakek Ratu Elizabeth II, menggunakannya tidak hanya untuk bepergian ke seluruh negeri tetapi juga sebagai penginapan, karena dia merasa tidak pantas meminta rakyatnya untuk mengatur akomodasi untuknya selama masa-masa kekurangan sumber daya itu.

Meski terungkap ke publik, detail dari setiap perjalanan kereta kerajaan dijaga dan staf pun tidak mengetahui bangsawan yang akan bepergian bersama mereka. Tahun 1977, kereta kerejaan terbaru dipersembahkan kepada Ratu Elizabeth. Kereta ini memiliki perlindungan untuk bertahan dari tembakan senapan mesin, roket, dan bom.

Ratu Victoria menolak makan saat di kereta maka, tetapi Raja Edward VIII bersikeras bahwa semua protein yang disajikan di kereta harus diburu atau ditangkap dari propertinya sendiri. Pangeran Charles tidak terlalu menuntut, hanya mensyaratkan bahwa produk yang disajikan di gerbong makan 12 set kereta bersumber secara lokal dan disajikan dengan monogram porselennya sendiri.

Baca juga: Terbang dari Jepang ke Inggris, Pangeran Harry Kepergok Duduk di Kelas Ekonomi

Dalam perjalanannya pun, kereta ini tidak akan melaju dalam kecepatan yang sangat tinggi. Ratu Victoria menetapkan batasan yang ketat tentang seberapa cepat dia mengizinkan Kereta Kerajaan untuk bepergian 40 mph atau 64,3 km per jam pada siang hari dan 30 mph atau 48 km per jam pada malam hari.

Leave a Reply