Kejar Efisiensi, Startup Asal Israel Kembangkan Pengelolaan Bus Berbasis “On-demand”

0
Ilustrasi transportasi umum di Israel

Transportasi umum seringkali dikiritik karena kurang dapat diandalkan dan tidak efisien apalagi jika menyangkut soal waktu. Ini sering terjadi pada transportasi umum di kota dan bisa menjadi lebih buruk lagi di daerah pinggiran kota atau pedesaan.

Baca juga: Alat Tes Corona Supercepat Buatan Israel Jadi Senjata Baru Bandara Eropa Cegah Covid-19

Bahkan di beberapa daerah yang memiliki penumpang sedikit seperti rute bus yang melalui gurun di Israel. Di mana bus hanya dapat mengangkut segelintir penumpang dalam satu kali putaran ke dan dari pusat kota utama.

Dilansir KabarPenumpang.com dari timesofisrael.com (14/2/2021), untuk mengatasi masalah ini pada 2019, Shaked Karby mendirikan Operatti yang merupakan startup berbasis di Tel Aviv yang berfokus pada “transportasi umum pintar”. Idenya adalah untuk menciptakan layanan publik yang efisien dan andal, menggunakan optimalisasi kapasitas berbasis data.

Karby, yang kini menjadi kepala bagian pemasaran, melihat fakta bahwa bus sering kali kosong pada rute-rute yang melintasi ratusan mil di wilayah selatan Israel sebagai kegagalan pasar jika ada yang membutuhkan tumpangan. Hal ini menyebabkan polusi udara yang tidak perlu, memboroskan dana publik, dan dapat menyebabkan potensi kekurangan bus dan pengemudi di mana mereka dibutuhkan di tempat lain.

Aplikasi yang dikembangkan oleh startup tersebut memungkinkan penumpang untuk memesan angkutan umum terlebih dahulu di sepanjang rute yang telah ditentukan, dan kemudian mengirimkan kendaraan paling efisien untuk mengambilnya sesuai dengan sistem manajemen kapasitas waktu nyata. Jika ada hingga empat penumpang di lokasi tertentu di sepanjang rute, maka otoritas transportasi hanya akan mengirim taksi untuk menjemput mereka.

Namun jika lebih dari selusin orang yang meminta tumpangan pada rute tersebut akan diberi bus ukuran penuh, sementara minibus dapat menangani nomor di antaranya. Karby mengatakan, kendaraan yang lebih kecil untuk mengambil lebih sedikit pengendara lebih hemat biaya.

Dengan demikian, para penumpang dapat menikmati layanan yang lebih andal, sementara operator tak harus mengoperasikan bus di rute-rute yang hanya memiliki sedikit atau tanpa permintaan. Mitra Operatti dalam usaha itu adalah kementerian perhubungan, otoritas angkutan umum lokal dan operator transportasi.

“Kami tidak ingin melihat bus kosong “menempuh jarak ratusan mil. Kami hanya ingin melihat kendaraan yang paling efisien, yang termurah, dan yang paling nyaman bagi penumpang,” kata Karby.

Baca juga: Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv

Berbeda dengan angkutan umum lainnya, seperti Moovit yang menunjukkan kepada pengguna angkutan umum rute terbaik menuju tempat tujuan, Operatti dimaksudkan untuk mengelola angkutan umum atas nama pihak berwajib dan bukan dengan mengubah rute melainkan mengalokasikan kendaraan yang paling efisien. Sebab di sepanjang rute itu, Operatti mengoptimalkan bahan bakar, berdasarkan berapa banyak penumpang yang sebenarnya akan dikumpulkan.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY