Kenali “Overhead Cost,” Biaya Penunjang dalam Operasional Maskapai

0
Ilutsrasi. Sumber: (unsplash/Jordan Sanchez)

Direct Cost sudah, Indirect Cost sudah, Fleet Cost pun juga sudah dikupas, berarti satu komponen pembentuk biaya pengoperasian yang belum diulas adalah Overhead Cost. Jika pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Direct Cost merupakan biaya yang berkenaan dengan pengoperasian sebuah penerbangan, Indirect Cost lebih kepada SDM yang dioperasikan, Fleet Cost itu berkenaan dengan status pesawat yang digunakan, maka Overhead Cost sejatinya lebih urusan penunjang pengoperasian yang ada di darat seperti yang berkenaan dengan kantor cabang, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Lebih ke Seputar Armada, Inilah “Fleet Cost” di Sektor Penerbangan Komersial

Ya, tidak mungkin sebuah maskapai dapat beroperasi tanpa ditunjung oleh tenaga yang kompeten di darat. Semua keseluruhan pegawai (yang ada di udara dan darat) secara simultan dan berkesinambungan saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk bisa menjaga ritme pengoperasian maskapai terkait.

Nah, kali ini KabarPenumpang.com akan sedikit membahas tentang biaya yang harus dikeluarkan sebuah maskapai untuk urusan perkantoran yang tergabung di dalam Overhead Cost. Masih menggunakan data rataan tahun 2017 milik salah satu maskapai ternama di Indonesia yang didapat dari sumber terpercaya, besaran Overhead Cost dari maskapai ini berada di level 9,77 persen dari total biaya.

Jika total biaya yang dikeluarkan maskapai ini pada tahun 2017 berada di angka US$3,1 miliar, maka total biaya yang sudah ‘dibayarkan’ untuk Overhead Cost ini adalah sekitar US$300 juta.

Nah, mungkin beberapa dari Anda penasaran dengan rincian dari Overhead Cost ini, berikut adalah pembagiannya:

Administration: 7,14 persen
Station: 1,54 persen
Sales Organisation: 0,73 persen
Marketing: 0,25 persen
dan Flight Interrupted: 0,10 persen.

Layaknya komponen-komponen lain, masing-masing dari poin yang disebutkan di atas juga memiliki perinciannya masing-masing.

Baca Juga: Menilik Lebih Jauh “Direct Cost,” Komponen Pembentuk Biaya Operasi dalam Penerbangan

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Direct Cost menjadi biaya paling besar yang harus dikeluarkan maskapai ini pada tahun 2017 dengan presentase 57,78 persen. Disusul oleh Fleet Cost di angka 28,81 persen, dan Indirect Cost dengan 3,64 persen.

Kembali diingatkan bahwa data di atas bisa berubah kapan saja, mengingat bisnis maskapai yang sifatnya penuh dinamika.

Leave a Reply