Kenapa Kesehatan Mata Masinis Sangat Penting? Ini Dia Jawabannya!

Pemeriksaan mata bagi masinis (kompasiana)

Setiap petugas kereta wajib memenuhi syarat sebelum bisa diterima bekerja oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Biasanya syarat-syarat tersebut harus dipenuhi dan tidak akan ada tawar menawar jika salah satu syaratnya berkurang.

Baca juga: Inilah Alasan Masinis Harus Punya Ingatan Bagus dan Wajib Gunakan Sarung Tangan

Seperti halnya masinis ataupun asisten masinis yang juga harus memiliki syarat yang lengkap salah satunya dalam hal kesehatan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, setiap masinis dan asisten masinis harus sehat secara jasmani maupun rohani.

Mereka juga tidak buta mata, buta warna, tuli maupun bisu. Masinis dan asisten masinis juga harus memiliki postur tubuh yang proporsional dan bebas dari obat-obatan terlarang atau narkoba. Di awal masuknya para masinis dan asistennya ini sudah di tes kesehatan oleh PT KAI atau KCI.

Tetapi secara berkala dan ketika ujian sertifikasi Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) mereka akan melakukan tes ulang. Tes tersebut akan meliputi berbagai hal seperti kondisi umum, tekanan darah, THT, leher, Thorax, Ekstremitas, mata dan urine.

Pasalnya baik masinis atau asisten masinis tidak boleh berdinas mengemudikan kereta api jarak jauh ataupun KRL jika dalam kondisi tidak sehat. Apalahi sebelum dinas kesehatan juga akan diperiksa, sebab, kesehatan masinis dan asistennya adalah penting.

Berikut ini yang harus diperiksa masinis serta asistennya saat waktu tes kesehatan berkala.

1. Buta warna dan rabun
Seorang masinis ataupun asisten masinis tidak boleh buta warna ataupun rabun. Sehingga selain pemeriksaan Sclera, Pupil, Konjungtiva dan katarak akan dites warna dan kemampuan jarak pandang penglihatan. Tes warnanya sendiri mereka akan menggunakan mode tes Ishihara yang dikembangkan dokter Shinobi Ishihara dengan lembaran yang didalamnya terdapat titik-titik dengan berbagai warna dan ukuran. Biasanya titik itu berbentuk lingkaran yang terdapat angka dan alur atau lekukan tertentu. Warna titiknya dibuat seperti itu agar orang yang memiliki buta warna tidak melihat perbedaan warna yang dilihat oleh orang normal. Sehingga jika nantinya hasil pemeriksaan menemukan masinis atau asisten masinis buta warna, mereka tidak akan di dinaskan lagi untuk menjalankan kereta.

Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia

2. Mata dan sinyal
Dalam menjalankan kereta api maupun KRl, masinis harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas di jalur kereta api atau yang biasa disebut persinyalan, semboyan dan marka. Persinyalan yang sudah elektrifikasi ditunjukkan dalam bentuk lampu seperti lampu lalu lintas di jalan raya. Sehingga masinis ataupun asisten harus bisa melihat dengan jelas dan benar. Maka, kesehatan mata mereka sangat penting untuk melihat ini. Sebab harus bisa membedakan warna lampu merah, kuning dan hijau serta mampu melihat dari jarak ratusan meter.