Kendala Teknis, Airbus A330-300 MAS ‘Ngerem’ Mendadak Dua Kali Ketika Hendak Take Off

0
sumber: pinterest

Biasanya momen tahun baru dijadikan ajang yang tepat untuk ‘membuka lembaran baru’, dimana segala catatan buruk yang sudah tertoreh di tahun sebelumnya diharapkan bisa berubah menjadi cemerlang di tahun berikutnya. Namun tidak bagi maskapai penerbangan asal negeri tetangga, Malaysia Airlines (MAS). Maskapai plat merah ini dikabarkan sempat membatalkan take off sebanyak dua kali pada kesempatan yang terpisah. Tentu saja hal ini menjadi sebuah catatan kurang baik bagi perusahaan yang namanya ‘tenar’ setelah insiden hilangnya MAS MH-370 pada 8 Maret 2014 silam.

Baca Juga: Mau Tenang Sebelum Take Off? Perhatikan Panduan Ini

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (8/1), kejadian yang menimpa Malaysia Airlines MH145 ini berawal ketika pada tanggal 1 Januari 2020 kemarin, pesawat Airbus A330-300 yang dioperasikan oleh perusahaan hendak melakukan penerbangan berjadwal dari Kuala Lumpur menuju Auckland, Selandia Baru. Proses boarding penumpang, push back, hingga taxiing semuanya berjalan lancar, hingga tiba saatnya pesawat melakukan take off.

Ketika pesawat tengah dalam kecepatan penuh untuk tinggal landas, secara tiba-tiba pilot melakukan pengereman mendadak dan kejadian ini membuat penumpang terheran-heran. Tidak sedikit juga dari penumpang yang mengeluhkan kejadian ini mengingat pengereman ini membuat beberapa dari mereka terperanjat kaget.

Salah satu penumpang di dalam pesawat tersebut, Serjit Singh mengatakan, “Kejadian ini mengerikan … Saya pikir saya hampir mati kala itu,”

Tak lama berselang setelah pesawat ‘kehilangan’ kecepatannya di landas pacu, pilot menginformasikan bahwa pesawat mengalami kendala teknis dan terpaksa kembali ke terminal. Alih-alih menurunkan penumpang ke terminal, awak pesawat malah membiarkan mereka berada di dalam pesawat hingga kurang lebih tiga jam lamanya – sementara para teknisi berkutat dengan masalah yang dimaksud pilot barusan.

“Saya ingat dimana ada ambulans yang menghampiri pesawat karena ada salah satu penumpang yang begitu tertekan akibat kejadian ini,” terangnya.

“Salah seorang pramugari senior juga sempat menghampiri saya dan berkata bahwa pesawat dalam kondisi yang baik dan kami semua bisa mendarat di Auckland dengan selamat,” tambah Serjit.

Singkat cerita, penumpang diturunkan dari pesawat dan diminta untuk kembali pada keesokan harinya. Dengan penuh harapan, semua penumpang berharap penerbangan kali ini bisa berjalan mulus, namun pada kenyataannya, hal yang sama persis kembali terulang. Pesawat tetiba melakukan pengereman darurat dan sang pilot kembali meminta ‘ijin’ kepada penumpang untuk kembali ke terminal.

Akhirnya pihak maskapai menukar pesawat bermasalah tersebut dengan yang baru dan benar saja, penerbangan menuju Auckland berjalan mulus tanpa menemukan sesuatu yang berarti – hanya keterlambatan satu hari.

Baca Juga: Saat Take Off and Landing, Penutup Jendela Pesawat Wajib Dibuka, Inilah Sebabnya!

Menanggapi insiden ini, pihak Malaysia Airlines meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Pesawat mengalami retimed sebanyak dua kali karena adanya kesalahan teknis yang tidak terduga. Kompensasi terhadap penumpang diberikan dalam beberapa pilihan. Kami meminta maaf karena keselamatan penumpang merupakan prioritas di Malaysia Airlines,” tulis pihak Malaysia Airlines dalam sebuah keterangan tertulis.

Leave a Reply