Keren, Bandara Internasional Laut Merah, Fasilitasi ‘Sultan’ Parkir Mobil di Dekat Pesawat

0
Bandara Internasional Laut Merah mungkinkan orang kaya dunia untuk merasakan sensasi suite dengan terminal pribadi. Pesawat diletakkan persis di depan kamar, layaknya mobil di garasi. Foto: The Red Sea Development Company

Bandara Internasional Laut Merah yang dibangun kerajaan Arab Saudi tidak hanya memperhatikan detail-detail yang lengkap, seperti penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan, desain futuristik, memanfaatkan udara segar dari alam, hemat energi, dan berteknologi canggih, tetapi juga memperhatikan detail yang simpel. Salah satunya parkir mobil di dekat pesawat.

Baca juga: Arab Saudi Pamer Desain Bandara Baru Mirip Fatamorgana di Tengah Padang Pasir

Pada bandara internasional, selain pejabat tinggi atau VVIP, penumpang pesawat dari sebuah maskapai, entah itu konglomerat atau pesohor kenamaan, dipastikan harus berjalan kaki setidaknya untuk check-in tiket, boarding, dan barulah sampai di pesawat.

Namun, sebagaiman laporan airport-technology.com, tidak demikian dengan Bandara Internasional Laut Merah yang tengah dibangun kerajaan Arab Saudi.

Bandara yang menjadi bagian proyek Laut Merah atau AMAALA, salah satu dari proyek mengubah 50 pulau dan situs lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah yang diberi nama The Red Sea yang menjadi bagian dari Visi 2030 tersebut, memungkinkan orang tajir melintir untuk memasukkan mobilnya ke apron, turun dari mobil, dan langsung mencapai pesawat dengan mudah tanpa harus jauh-jauh berjalan kaki.

Tak berhenti sampai di situ, desain bandara yang terinspirasi dari gurun di sekitarnya itu juga akan menawarkan orang kaya di seluruh dunia untuk menikmati lima terminal pribadi, dimana pesawat pribadi dengan suitenya terletak cukup dekat untuk memudahkan naik-turun pesawat menuju suite. Bandara ini juga mempunyai beberapa runway di darat dan di laut untuk seaplane.

Bandara Internasional Laut Merah digarap oleh banyak pihak. Bagian terminal dan menara kontrol dirancang oleh Foster & Partners yang berbasis di Inggris. Sementara untuk bangunan utamanya dirancang oleh Egis, yakni kelompok konsultan dan teknik internasional asal Perancis yang menggabungkan praktik-praktik desain unik, menarik dan menginspirasi.

Nantinya, bila sudah resmi beroperasi pada 2023 mendatang, bandara tersebut digadang-gadang bisa menjadi salah satu bandara terindah di dunia dengan bangunan terminal dan menara, halaman yang luas, dan interior mewah yang mencerminkan AMAALA. Bangunan terminal akan terdiri dari berbagai fasilitas mewah seperti klub anggota pribadi, hanggar (bangunan dengan lantai luas) yang dikendalikan oleh iklim, dan masih banyak lainnya.

“Mengingat tamu-tamu AMAALA sangat high class bahkan ultra high class, kami memperkirakan lebih dari 80 persen pengunjung yang datang akan masuk melalui bandara,” kata Kepala Pengembangan AMAALA, Carlos Wakim

Selain itu, mengingat latar belakang para pengunjung, tak heran bila fasilitas berupa hanggar pribadi juga dibuat sangat besar dari biasanya. Di samping itu, profil para tamu dengan kepemilikan harta berlimpah juga membuat mereka bertekad menciptakan kesan mewah sejak pertama kali menginjak AMAALA. Singkatnya, Arab Saudi ingin menjadikan bandara tersebut sebagai awal dan akhir dari seluruh hal tentang kemewahan.

Menariknya lagi, latar belakangan para tamu juga mendorong pihak pengembang menjadikan bandara bukan hanya sebagai pintu masuk pariwisata saja, melainkan kolaborasi keduanya, bisnis dan pariwisata.

Baca juga: “Blue Carpet,” Solusi Futuristik Atur Antrian dan Jaga Jarak Saat Boarding di Bandara

Dengan konsep seperti itu, tak heran bila bandara dilengkapi dengan fasilitas mewah sebagai sarana pendukung negosiasi bisnis dan lebih menjadi sebagai exclusive private club experience ketimbang menjadi pusat transportasi udara. Itu juga mengapa, bandara baru dengan desain mirip fatamorgana itu hanya diproyeksikan menampung sebanyak satu juta pengunjung per tahun.

AMAALA sendiri adalah proyek pariwisata ultra-mewah di pantai Barat Laut Arab Saudi yang terinspirasi oleh Laut Merah. Proyek tersebut akan berbatasan dengan Kota Neom dan digadang-gadang sebagai tujuan wisata super mewah.

Leave a Reply