Keren, British Airways Manjakan Penumpang dengan Kursi Roda Otonom Keliling Bandara hingga Boarding

1
WHILL Airport MobilIty Service atau kursi roda otonom sedang diujicoba di Jepang. Foto: WHILL. Inc

British Airways tak lama lagi berencana akan melakukan uji coba kursi roda listrik otonom di salah satu bandara tersibuk di dunia, London Heathrow selama beberapa bulan ke depan. Hal itu adalah langkah lanjutan setelah maskapai tersebut melakukan teknologi serupa di bandara tersibuk keenam di Amerika Serikat, Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), untuk melihat bagaimana kursi roda itu dapat membantu penumpang berjalan secara otonom menuju gerbang keberangkatan (boarding).

Baca juga: Project Vektor, Mobil Otonom untuk Kota Pintar Buatan Jaguar Land Rover

Dilansir thenextweb.com, Kamis, (5/3), maskapai asal Britania Raya itu menyatakan kursi roda otonom mereka dapat menghindari rintangan apapun, termasuk benda bergerak, dengan bantuan teknologi anti-collision. Selain itu, robot buatan startup asal Jepang, WHILL, tersebut juga dapat menavigasi terminal bandara tanpa bantuan dari staf pekerja.

“Selama beberapa bulan ke depan kami akan berkolaborasi dalam uji coba lebih lanjut di hub rumah kami yang sibuk di Heathrow Terminal 5 untuk mengumpulkan lebih banyak keterlibatan dan mengeksplorasi pengenalan teknologi ini bersama tim profesional layanan pelanggan kami,” kata Ricardo Vidal, Kepala Inovasi British Airways.

“Hal ini kami lakukan untuk memberikan pengalaman bandara yang benar-benar mulus dan dapat diakses. Saya gembira tentang masa depan inovasi inklusif untuk mendukung permintaan yang semakin cepat untuk perjalanan udara yang mudah diakses,” lanjutnya.

Sebelum sampai ke tempat tujuan, orang yang membutuhkan dapat mengunjungi tempat sebanyak yang diinginkannya menggunakan layar (sebelah kiri) di kursi roda hanya dengan melakukan beberapa sentuhan. Sistem nantinya akan menuntun robot untuk mengantarkan penumpang ke gate yang benar. Di samping itu, robot juga dapat mengingatkan penumpang bila mereka hampir ketinggalan pesawat. Setelah mengantar ke gerbang keberangkatan, penumpang hanya perlu turun dan kursi roda akan kembali ke WHILL station, di mana ia menunggu penumpang berikutnya.

Menariknya, walaupun secara fungsi akan sangat membantu penumpang berkebutuhan khusus, pada aplikasinya, kursi roda otonom tersebut juga dapat melayani orang sehat. Sebab, terkadang, bandara terlalu besar untuk dilalui orang-orang lanjut usia bahkan anak muda sekalipun dengan berjalan kaki. Baik untuk mencari kopi, makanan, ke toilet, atau kemanapun, sebelum benar-benar menuju ke boarding gate.

Baca juga: Dari Selandia Baru, Boeing Siap Wujudkan Taksi Udara Listrik Otonom Pertama di Dunia

Kursi roda tersebut memang terlihat tidak asing karena menyesuaikan desain WHILL Model Ci. Perangkat ini pernah berkesempatan diuji pada ajang Consumer Electronic Show (CES) 2018 lalu dengan melintasi lantai pertunjukan pada kecepatan 8 km per jam. Dalam gelaran tersebut, bahkan robot berhasil menyabet tiga gelar sekaligus dengan predikat best of the best, meliputi Accessible Tech, iF Design Award, dan Red Dot. Saat itu WHILL mengatakan akan menjual Model Ci seharga US$4000 atau Rp57,3 juta, yang, seharusnya, dapat memberikan gambaran seberapa besar investasi yang dikeluarkan British Airways.

Dilakukannya uji coba di kedua bandara tersebut sebetulnya bukan semata-mata karena robot canggih tersebut menarik minat perusahaan. Melainkan, sudah menjadi bagian dari upaya lima tahun inovasi berkelanjutan British Airways senilai GBP6,5 miliar (Rp116,5 triliun) yang dikeluarkan oleh maskapai demi meningkatkan pengalaman pelanggannya. Saat ini, robot kursi roda otonom atau WHILL Airport Mobilty Service telah hadir di banyak negara, seperti India, Kanada, Amerika, Jepang, Uni Emirat Arab, dan negara lainnya.

1 COMMENT

  1. british airways melakukan uji coba kursi roda otonom di salah satu bandara tersibuk,London heathrow. uji coba ini di lakukan selama beberapa bulan kedepan.kursi roda ini dapat membantu penumpas berjalan secara otonom ke menuju gerbang keberangkatan, sebelum sampai tujuan pengguna juga dapat mengunjungi tempat yang di inginkan hanya dengan melakukan beberapa sentuhan pada layar di kiri pengguna.
    hal ini di lakukan untuk memberikan pengalaman bandara yang benar benar mulus dan dapat di akses.

Leave a Reply