Keren, Tesla Akan Buat Pesawat Supersonik Pengganti Concorde Bertenaga Listrik

0
Ilustrasi pesawat supersonik bertenaga listrik Tesla.. Foto: Virgin Galactic

Tesla dikabarkan bakal segera membuat pesawat supersonik pengganti Concorde. Bukan hanya itu, pesawat supersonik buatan Tesla digadang-gadang bakal ditenagai listrik. Tentu, kabar yang cukup mengejutkan mengingat teknologi baterai untuk mendukung hal itu belum tersedia.

Baca juga: Prototipe Kedua Pesawat Listrik-Hybrid Terbesar di Dunia Ampaire Electric EEL Sukses Mengudara

Dilansir inverse.com, kejelasan Tesla akan membuat pesawat supersonik pengganti Concorde memang bukan datang dari rilis resmi perusahaan, melainkan dari CEO Tesla, Elon Musk, sebagai respon atas cuitan akun Twitter yang mengenang hari-hari terakhir Concorde.

Pada 24 Oktober 2003 silam, pesawat supersonik Concorde resmi pensiun dari jagat penerbangan dunia setelah pertama kali dipamerkan ke publik pada 21 Januari 1976. Memperingati hal itu, akun Twitter World of Engineering pun mengunggah kembali foto Concorde. Namun, siapa sangka, cuitan tersebut ditanggapi positif oleh Elon Musk dengan menyebut, “Harus ada jet supersonik baru (pengganti Concorde), kali ini (bertenaga) listrik).

Dirunut ke belakang, Elon Musk memang sudah sejak lama mengisyaratkan bakal mengembangkan pesawat listrik. Di beberapa momen di tahun 2008 dan 2010, ia kerap melontarkan isyarat tersebut, sekalipun memang belum pernah terus terang.

Setelah menunggu lama, kejelasan dari isyarat Elon Musk baru muncul pada Agustus 2020 lalu. Pada peringatan Tesla’s Battery Day, ia mengatakan bahwa kemungkinan besar baterai untuk pesawat akan hadir tiga atau empat tahun mendatang.

“400 Wh / kg dengan siklus hidup tinggi, volume yang diproduksi (bukan hanya pengujian di lab) tidak jauh. Mungkin 3 sampai 4 tahun,” tulis Elon Musk di Twitter.

Cuitan Elon Musk. Foto: Twitter

Perkataan tersebut tentu bukan angin lalu. Pada 2018 lalu, Elon Musk juga pernah mengungkap bahwa tantangan terbesar untuk mewujudkan pesawat listrik (tak menyebut supersonik) terletak pada baterai. Baterai pesawat listrik harus mempunyai kepadatan energi yang cukup untuk memungkinkan pesawat lepas landas. Bila ia berani mencuitkan hal di atas, itu berarti perlahan tantangan membuat baterai untuk pesawat listrik mulai membuahkan hasil.

Saat ini, Tesla Model 3 diketahui memiliki baterai sekitar 250 watt-jam per kilogram, masih tertinggal jauh di bawah perkiraan Elon Musk yang menyebut butuh sekitar 400 atau 500 watt-jam per kilogram untuk membuat kendaraan terbang lepas landas dan mendarat secara vertikal (eVTOL).

Baca juga: Gantikan Lithium Ion, Baterai Lithium-Sulfur Bikin Era Pesawat Listrik Semakin Dekat

Mengejar ketertinggalan itu, Tesla berencana memproduksi baterai sendiri yang mampu meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik hingga 54 persen dan penurunan harga baterai hingga 56 persen. Bila peningkatan terus terjadi, bukan tak mungkin kapasitas baterai perlahan cukup untuk membuat pesawat listrik komersial, layaknya pesawat jet bertenaga fosil yang bertebaran saat ini.

Pesawat listrik sejak tahun 1970 sebetulnya sudah dikembangkan oleh banyak pabrikan di dunia. Namun demikian, lagi-lagi, ada konsekuensi besar yang harus dibayar. Bila menggunakan pesawat listrik, beban dan durasi penerbangan harus lebih kecil dari pesawat berbahan bakar cair atau fosil. Karenanya, teknologi baterai sebagai ruh kendaraan (pesawat listrik) harus memiliki kapasitas besar untuk bisa membawa pesawat melesat setara dengan pesawat bertenaga fosil atau bahkan melebihinya.

Leave a Reply