Kereta Cepat di Italia Lebih Banyak Peminat, Bikin Maskapai Alitalia Tutup

0
Di dunia pertama, kereta Italo adalah saingan milik swasta untuk kereta Frecce milik negara. Andreas. Foto: Solaro/AFP/Getty Images

Kereta berkecepatan tinggi di Eropa terkhususnya Italia, kini mengubah banyak perjalanan orang. Namun apakah ini mematikan maskapai nasional Italia? Ini bisa saja terjadi, sebab banyak masyarakat yang memilih menggunakan kereta api dalam perjalanan mereka karena lebih cepat dan tidak merepotkan.

Baca juga: Alitalia, Meski Sempat Terseok-seok, Inilah Maskapai Kebanggaan Negeri Pizza

Seorang CEO dari konsultan risiko politic Policy Sonar, Francesco Galietti yang tinggal di Roma mengatakan, lebih memilih naik kereta api ke Milan untuk bekerja. Menurutnya perjalanan 400 mil atau sekitar 643 km dari Roma ke Milan hanya membutuhkan waktu dua jam dan 59 menit.

Selain waktu yang cepat, stasiun kereta pun berada di pusat kota, sehingga tidak perlu datang untuk menunggu kereta dalam waktu lama. Dirangkum KabarPenumpang.com dari cnn.com (14/10/2021), hal ini bila dibandingkan berangkat dengan pesawat, Galietti mengatakan, orang memerlukan waktu lebih lama yakni minimal setengah jam ke Fiumicino Roma, kemudian check in 90 menit sebelum keberangkatan.

Perjalanan selama satu jam dan mendarat di luar Milan di Bandara Linate yang mana memakan waktu 20 menit hingga tiba di pusat kota. Masalah inilah yang membuat banyak orang memilih menggunakan kereta api dibandingkan dengan pesawat. Bahkan perpindahan orang dari pesawat menggunakan kereta api adalah salah satu alasan maskapai nasional Italia yakni Alitalia tutup pada 15 Oktober kemarin.

“Alitalia adalah burung dengan sayapnya yang terpotong sejak awal untuk maskapai internasional, ia sangat fokus pada pasar domestik,” kata Galietti.

Dia menyebutkan, masalah utama Alitalia tutup adalah karena maskapai ini fokus pada penerbangan domestik dan rentan terhadap persaingan ketika revolusi penerbangan biaya rendah dimulai serta kehadiran kereta berkecepatan tinggi. Galietti mengatakan, dengan persaingan ini, banyak orang memilih kereta karena berada di pusat kota dan ini kompetisi yang mengerikan bagi Alitalia.

Bahkan Italia menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki dua operator kereta berkecepatan tinggi. Selain itu juga menjadi rumah layanan pengirimian berkecepatan tinggi pertama di dunia yang beroperasi antara Bologna dan Maddaloni, di Campania, hanya dalam tiga setengah jam.

Untuk diketahui, dua operator kereta berkecepatan tinggi di Italia adalah Trenitalia dan Italo. Pada 2019 Trenitalia menugaskan sebuah laporan untuk melihat banyak hal yang berubah pada dekade pertama kereta api berkcepatan tinggi. Ini menunjukkan bahwa jumlah kereta di jalur telah berlipat ganda, dan jumlah penumpang di kereta berkecepatan tinggi telah meroket dari 6,5 juta pada 2008 menjadi 40 juta pada 2018dan itu tidak termasuk mereka yang menggunakan Italo.

Jumlah kereta api berkecepatan tinggi dalam armada telah berlipat ganda menjadi 144, dan pada 2018, 69 persen dari semua penumpang yang pergi antara Roma dan Milan naik kereta yanga mana jumlahnya naik 7,4 persen hanya dalam tiga tahun. Sementara perjalanan udara turun hampir tujuh persen dalam tiga tahun hingga 2018, dengan hanya 19,5 persen dari pasar.

Baca juga: Eropa Punya Berbagai Kereta Malam Romantis, Salah Satunya Bisa Angkut Mobil

Jumlah wisatawan yang menggunakan kereta api telah meroket dari 1,8 juta pada 2008 menjadi 7,3 juta pada 2018. Faktanya, hubungan antara kereta api dan pesawat Italia dibuat cukup jelas pada tahun 2019, ketika sebuah merger diperdebatkan antara Alitalia dan Trenitalia yang tenggelam dengan cepat.