Kereta di Taiwan Tergelincir Hingga Tewaskan 51 Orang, Jepang Siap Bantu Pasca Kecelakaan

0
Seorang pekerja penyelamat di lokasi setelah kereta tergelincir di terowongan utara Hualien, Taiwan (Reuters)

Sedikitnya 51 orang tewas ketika sebuah kereta bertabrakan dengan sebuah truk dan tergelincir di Taiwan timur pada hari Jumat (2/4/2021). Bahkan para pejabat kereta api mencatat bahwa jumlah korban tewas mungkin meningkat seiring upaya pemulihan jalur yang masih berlanjut tersebut.

Baca juga: Korban Tewas 23 Orang, 35 Tahun Lalu Terjadi Kecelakaan Kereta Terburuk di Kanada

Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA) mengatakan bahwa insiden ini terjadi di Kabupaten Hualien yang saat itu truk pemeliharaan meluncur dari lereng dekat lokasi konstruksi di atas rel kereta api. Kereta dengan delapan gerbong dan mengangkut 492 penumpang dan empat awak yang melakukan perjalanan dari Taipei ke Kabupaten Taitung timur menabrak kendaraan sesaat sebelum memasuki terowongan.

Pejabat TRA mengatakan bahwa rem dicurigai tidak menahan kendaraan dan mereka sedang bekerja untuk mengumpulkan lebih banyak rincian konkret dari kecelakaan itu. Penggelinciran tersebut terjadi pada hari pertama dari istirahat empat hari untuk tradisi menyapu makam tahunan Taiwan.

Dalam insiden itu masinis dan asistennya tewas termasuk 51 penumpang yang mana salah satunya adalah warga negara Prancis. Dilansir KabarPenumpang.com dari japantimes.co.jp (2/4/2021), Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengatakan bahwa jumlah korban tewas mungkin meningkat karena beberapa jenazah yang tidak lengkap di tempat kejadian terlihat dan belum dipindahkan.

Kecelakaan itu juga menyebabkan sedikitnya 146 orang terluka, termasuk dua warga negara Jepang dan satu dari Makau. Beberapa gerbong rusak parah dalam kecelakaan itu, menurut rekaman yang ditayangkan di TV lokal. TRA mengatakan akan membutuhkan waktu seminggu untuk memindahkan gerbong yang macet di terowongan. Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengirimkan belasungkawa kepada keluarga para korban.

“Saya ingin menyampaikan simpati yang dalam kepada keluarga korban dan penumpang yang terluka. Itu juga membuat penumpang yang berada di dalam kereta takut,” kata Su.

Seorang penumpang bermarga Wu mengatakan, dia tidak berani melihat ke tempat kejadian di mana banyak orang sedang berbaring. Dia mengatakan, di sana gelap dan semua orang tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan penumpang lain yakni Hsueh mengaku, dia dan penumpang lainnya bekerja sama untuk memecahkan jendela agar bisa melarikan diri.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah menginstruksikan pihak berwenang untuk menyelidiki secara komprehensif penyebab kecelakaan itu, yang merupakan yang terburuk dalam sejarah Taiwan. Adanya inisiden ini kemudian membuat Jepang menyatakan akan siap membantu Taiwan jika ada permintaan dari negara tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada para korban kecelakaan itu dan menyampaikan simpati kami kepada semua yang terlibat,” juru bicara pemerintah Jepang Katsunobu Kato.

Baca juga: Akibat Petugas Sinyal Tak Sabar, 189 Nyawa Melayang Pada Kecelakaan Kereta 81 Tahun Lalu di Jalur Sakurajima

Kereta ekspres yang tergelincir di Taiwan timur diproduksi oleh pabrikan Jepang Hitachi dan mulai beroperasi pada Mei 2007. Institut Amerika di Taiwan (AIT), yang bertindak sebagai kedutaan besar AS secara de facto, juga menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada para korban, keluarga, dan komunitas yang terkena dampak dari penggelinciran tragis tersebut.

Leave a Reply