Angkutan kereta api kini semakin meluas untuk menjangkau ke berbagai daerah dengan mudah dan efisien. Selain angkutan penumpang semakin banyak pilihan untuk melakukan perjalanan ke berbagai tujuan di Jawa dan Sumatra, kini angkutan barang menggunakan kereta api pun sudah semakin banyak pilihannya. Selain menggunakan kontainer, menggunakan kereta api untuk pengiriman barang juga bisa dilakukan dengan cepat yakni dengan kereta parsel cepat (cargo).
Salah satunya angkutan cargo yang melintasi jalur Pulau Jawa, seperti lintas utara, tengah, dan selatan. Semakin diminati masyarakat khususnya untuk pengiriman barang melalui jasa ekspedisi yang kemudian diangkut menggunakan kereta api adalah hal yang di prioritaskan terutama yang ingin mengirim barang dengan cepat dan tepat sasaran.
Namun, pengiriman yang biasa digunakan kereta api sudah biasa dilakukan oleh masyarakat dengan barang-barang yang sesuai ketentuan dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terutama bidang logistik.
Ya, PT KAI Logistik kini membuat terobosan baru dalam hal pengiriman melalui kereta barang. Sesuai informasi yang beredar, bahwa KAI Logistik menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) pada Kamis (7/5).
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan layanan pengiriman komoditas baru, khususnya hasil bumi dan hewan ternak.
Kerja sama ini tentu menandai sinergi perdana KAI Logistik dalam menghadirkan solusi distribusi untuk komoditas pangan strategis secara masif yang selama ini belum banyak dilayani melalui moda kereta api.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan distribusi hewan ternak yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Yuskal menyampaikan langkah ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terintegrasi.
Melalui layanan Kereta Logistik (KALOG) Plus berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan pengiriman multikomoditas dalam jumlah besar, termasuk sumber daya pangan hasil bumi dan ternak.
Hal ini merupakan komoditas baru yang menantang untuk berinovasi dalam mengembangkan layanan baru termasuk pengembangan gerbong pengangkut khusus berupa kontainer yang dimodifikasi dan disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar.
Secara spesifik, operasional akan dipusatkan pada pengiriman dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, menuju stasiun Jakarta Gudang. Meski berawal dari pengiriman sapi, kedua belah pihak membuka peluang lebar untuk memperluas cakupan kerja sama ke berbagai jenis bahan pangan maupun hewan ternak lainnya sesuai dengan dinamika kebutuhan pasar dan mitra bisnis.
Penggunaan moda transportasi kereta api untuk pengiriman hewan ternak menawarkan keunggulan kompetitif yang signifikan dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya seperti truk.
Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api mampu mengangkut jumlah yang jauh lebih besar. Estimasi kapasitas satu gerbong dapat menampung 14 hingga 18 ekor sapi, sehingga dalam satu kali perjalanan, minimal sekitar 280 ekor dapat terdistribusi secara sekaligus.
Yuskal menambahkan bahwa layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman hanya 26 jam, waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan moda darat lainnya yang sering kali dihadapkan pada dinamika kondisi jalan yang beragam.
Durasi perjalanan yang singkat ini menjadi faktor krusial bagi kesejahteraan hewan (animal welfare), karena mampu membuat kondisi ternak tetap stabil, minim stres, serta menjaga kesehatan hingga tiba di lokasi tujuan.
Sebagai langkah lanjutan, KAI Logistik akan melakukan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap skema operasional dan layanan ini guna memastikan standar kualitas dan keselamatan tetap terjaga.
Perusahaan juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan logistik yang adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai solusi distribusi logistik nasional yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
Mulai Hari Ini Kereta Pedagang dan Petani Beroperasi, Ini Aturan Barang Dagangan yang Bisa Dibawa
