KM Umsini Jadi Pusat Perawatan Covid-19, Pasien Isolasi Bisa Memancing untuk Mengisi Waktu Luang

0
Ferry penumpang Umsini baru-baru ini diubah menjadi bangsal isolasi COVID (foto Wolfgang Fricke/lisensi abcyA3)

Bukan hanya di luar negeri yang mengubah kapal menjadi sebuah bangsal rumah sakit atau ruang untuk perawatan pasien terdampak Covid-19. Di Indonesia, tepatnya di Makassar, Sulawesi Selatan, hal ini pun dilakukan. Kapal yang digunakan adalah kapal  penumpang yang memiliki berat 14.500 gross ton.

Baca juga: Kapal Penumpang di Swedia Dikonversi jadi Rumah Sakit

Kapal ferry bernama KM Umsini itu berusia 36 tahun dan biasanya menangkut penumpang sebanyak 1.600 orang dan juga kargo. Kini setelah dikonversi oleh pihak berwenang pada Juli kemarin, KM Umsini menjadi pusat isolasi dengan 800 tempat tidur dan 60 tenaga medis yang merawat pasien Covid-19.

Dilansir KabarPenumpang.com dari maritime-executive.com (17/8/2021), banyak fasilitas yang dihadirkan untuk menunjang pelaksanaan isolasi mandiri pasien terinfeksi Covid-19. Ada pun fasilitasnya yakni kamera pengintai atau CCTV, poliklinik dan jogging track dengan dek atas diubah menjadi ruang terbuka untuk berolahraga atau berjemur.

Uniknya lagi, karena isolasi di atas sebuah kapal, pasien bisa mendengarkan musik dan berpartisipasi memancing dari geladak kapal untuk mengisi waktu luang selama isolasi mandiri. KM Umsini merupakan kapal penumpang yang dimiliki oleh PT Pelni yang diproduksi oleh pabrik kapal asal Papenburg, Jerman yang bernama Jos L Meyer.

Nama kapal Umsini ini diambil dari nama sebuah gunung yang bernama Gunung Umsini. Letak gunung Umsini berada di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Kapal KM Umsini dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti tempat tidur, pendingin ruangan, makanan, restoran, salon dan mushola.

Selain Umsini, PT Pelni pekan lalu mengoperasikan empat kapal penumpang lainnya untuk dijadikan lokasi isolasi terapung. Keempat kapal tersebut antara lain KM Tatamailau yang akan sandar di Bitung, KM Bukit Raya di Pelabuhan Belawan, KM Sirimau di Pelabuhan Sorong dan KM Tidar di Pelabuhan Jayapura.

“Sebelum digunakan, semua kapal akan disterilkan dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung penerapan floating isolasi oleh pemerintah dan instansi setempat. Hal ini harus dilakukan agar memenuhi standar sebagai lokasi isolasi mandiri yang ditetapkan Kementerian Kesehatan seperti yang telah dilakukan di KM Umsini Makassar,” kata Insan Purwarisya Tobing, Direktur Utama PT Pelni.

Keempat kapal tersebut akan menyediakan total 906 tempat tidur untuk pasien Covid-19 dan 23 tempat tidur untuk tenaga medis. Indonesia bukan negara pertama yang menggunakan kapal penumpang untuk membuat tambahan tempat tidur medis untuk isolasi.

Baca juga: Detroit Kedatangan Sepuluh Minivan Odyssey Guna Bantu Penanganan Pasien Covid-19

Di awal pandemi, Italia juga menggunakan feri dan kapal pesiar untuk menyediakan ruang bangsal tambahan bagi mereka yang tidak sakit kritis. Italia juga telah menggunakan feri untuk membuat bangsal isolasi bagi beberapa migran yang mencapai pantainya.