Kombinasi Teknologi Ponsel Pintar dan Kode QR Bantu Penyandang Tunanetra di Stasiun

0
kode QR dan taktil di stasiun bantu penyandang tunanetra (mainichi.jp)

Untuk meningkatkan keselamatan para tunanetra ada teknologi terbaru yang digunakan untuk keselamatan dan kenyamanan mereka saat menggunakan fasilitas kereta api. West Japan Railways Company atau JR West pada 3 September kemarin mengungkapkan sistem navigasi terbarunya.

Baca juga: Perusahaan Bus di California Hadirkan Peta Audio dan Tactile Untuk Kaum Difabel

Mereka menggunakan kombinasi teknologi ponsel pintar dan kode QR dalam penyampaian informasi terkait stasiun kereta api. Hal ini terlihat di Sanyo Shinkansen di Stasiun Shin-Kobe, seorang pria yang menggunakan tongkat putih menggunakan ponsel pintarnya saat dengan mantap berjalan di atas paving taktl lantai.

Dilansir KabarPenumpang.com dari mainichi.jp (13/9/2020), kode QR ini terlihat di blok paving yang terletak di titik-titik penting salah satunya adalah menghubungkan gate tiket ke platform. Pria tunanetra ini tiba di salas satu titik yang ada kode QR dan sebuah suara kemudian terdengar dari ponsel pintarnya. Kemudian pria tersebut dibimbing suara itu ke tujuan yang sudah dimasukkan sebelumnya.

“Saya belum pernah menggunakan Stasiun Shin-Kobe sebelumnya, tetapi saya bisa berjalan-jalan di kecepatan normal. Saya merasa senang dan seperti sedang melakukan sesuatu yang baru,” kata pria itu.

Untuk diketahui, Progress Technologies merupakan perusahaan yang telah mengembangkan sistem navigasi yang digunakan di stasiun tersebut sejak 2016 lalu. Mereka juga sudah bekerja sama dengan Tokyo Metro Company di wilayah timur Jepang Kanto dan melakukan pengujian di tempat yakni sistem di stasiun kereta bawah tanah.

Di wilayah Kansai di Jepang bagian barat, perusahaan bermaksud melakukan pengujian untuk melihat apakah sistem dapat memberikan informasi yang akurat untuk kereta dengan jumlah gerbong yang berbeda dan tujuan yang berbeda. Kepala perusahaan, Yuichi Konishi mengatakan, di masa depan pihaknya akan menggunakan kecerdasan buatan (AI), dan dapat mendeteksi lokasi blok taktil dan objek yang mungkin dimasuki orang.

Di balik perkembangan teknologi untuk membantu penyandang tunanetra adalah penggunaan ponsel pintar yang sekarang tersebar luas di masyarakat dan peningkatan dalam teknologi pengenalan gambar. Pada Februari 2020, Kyocera Corp. mengumumkan bahwa mereka mengembangkan “tongkat pintar”. Konsep ini melibatkan pemasangan pemancar sinyal di titik-titik tertentu, seperti di tepi platform dan bagian tempat gerbong kereta terhubung.

Sehingga jika pengguna tongkat pintar mendekati pemancar, mereka akan merasakan getaran pada tongkat, yang dilengkapi dengan penerima, dan mengeluarkan peringatan lisan tentang bahaya dari telepon orang tersebut. Karena proyek ini baru dimulai pada 2019, perusahaan tersebut melaporkan bahwa mereka ingin melakukan tes di lokasi di stasiun kereta.

Sejak Juni, Kintetsu Railway Co. telah melengkapi sistem AI di Stasiun Yamato-Saidaiji kota Nara di Jepang barat. Pintu masuk ke penghalang tiket memiliki kamera terpasang, dan AI secara otomatis memfoto ketika seseorang dengan tongkat atau pengguna kursi roda melewati lensanya. Setelah itu sistem memberi tahu anggota staf yang bertanggung jawab untuk membantu orang bahwa mereka ada di sana.

Baca juga: Serba-Serbi Rumble Strip, “Polisi Tidur Mini” Yang Kerap Dijumpai di Jalan Tol

Perusahaan kereta api mengatakan bahwa karena beberapa orang yang mungkin membutuhkan bantuan berjuang untuk mendekati orang lain untuk meminta bantuan, mereka berharap sistem baru itu akan “mencegah orang terlewatkan.” Ia juga mengatakan akan terus meningkatkan akurasinya dan akan menerapkannya di lebih banyak stasiun.

Leave a Reply