Komikus Jepang Kritik Hutang Pembangunan, MRT Jakarta: “Tidak Ada yang Namanya Terlambat Bayar”

Sumber: instagram

Pemerintah Indonesia dan PT MRT Jakarta dibuat kecewa oleh salah satu komikus asal Jepang yang menyinggung soal hutang pihak Indonesia terhadap Negeri Sakura yang digunakan untuk pembangunan moda transportasi berbasis massal anyar Ibukota ini. Dalam komik yang diunggah Onan Hiroshi – sang komikus ke laman web onanhiroshi.com ini, tampak gambar dua orang petugas Japan International Cooperation Agency (JICA) yang terkesan ‘mengemis’ kepada pihak MRT Jakarta yang digambarkan sebagai seorang bos.

Baca Juga: MRT Jakarta Libatkan 16 UMKM di Lima Stasiun

Guna melengkapi komik itu, Onan juga menyematkan caption, “Dear, Indonesia Gov, please pay! For Japan reward.”

Menanggapi viralnya komik ini, PT MRT Jakarta menyayangkan adanya komik tersebut. Alih-alih memperkarakannya, PT MRT Jakarta melalui Division Head Corporate Secretary, Muhamad Kamaluddin lebih memilih untuk tidak terlalu menghiraukannya dan terus fokus pada maintenance fase 1 dan persiapan pembangunan fase 2.

“Iya jadi menyayangkan ya kalau ada yang membuat kartun seperti itu. Tapi itu kan sebetulnya sudah ada prosesnya ya dan memang tidak ada keterlambatan (pembayaran),” ujar Muhammad Kamaluddin, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Kompas.com.

“Dan ini kan baru di sosmed, jadi kami tidak memberikan komentar resmi kecuali di media resmi kami menyampaikan hak jawab karena hanya di sosmed pribadi. Yang penting semua sudah sesuai proses dan peraturan pinjaman dan kontrak dengan kontraktor,” tandasnya.

Patut diketahui, tenor pelunasan hutang PT MRT Jakarta terhadap Jepang adalah 40 tahun dengan masa tenggang selama 10 tahun. Itu artinya, Pemerintah Indonesia baru mulai mencicil pinjaman 10 tahun setelah pinjaman itu ditandatangani.

“Sudah masuk dalam cicilan kan untuk 40 tahun pembayarannya dan sebetulnya sekarang belum masuk dalam pembayaran, masih ada grace period selama 10 tahun, baru nanti tahun ke-10 akan mulai pembayaran,” terang Muhammad Kamaluddin.

Tentu saja, perkara pelunasan hutang ini sudah melalui persetujuan dari kedua belah pihak yang sama-sama menyetujui skema pembayaran tersebut. Muhammad Kamaluddin sendiri mengatakan bahwa PT MRT Jakarta tidak akan terlambat dalam melakuan pembayaran pinjaman ini.

“Tidak ada yang namanya keterlambatan pembayaran oleh pemerintah dan MRT Jakarta,” tukasnya.

Baca Juga: Ini Dia Rute MRT Jakarta Jika Diteruskan Hingga ke Tangerang Selatan

Di sisi lain, Direktur Keuangan PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan bahwa biaya pembangunan Moda Raya Terpadu fase 1 ini mengalami pembengkakkan dari angka Rp14,2 triliun menjadi Rp16 triliun. Hal ini dilatarbelakangi oleh peningkatan daya tahan gempa MRT Jakarta dari magnitudo 7 menjadi magnitudo 9.

“Itu (penambahan biaya) yang dinamakan price adjusment dari variatif order karena kontraknya sifatnya design and build. Begitu sambil desain, sambil bangun, di lapangan ada regulasi baru,” terang Tuhiyat.