Kontrak Sejak 2018, PT KCI Kembali Datangkan 192 Kereta Bekas dari Jepang

Sumber: Tribun

Sebanyak 192 unit kereta akan datang untuk mengganti kereta lama milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tahun 2019 ini. Kereta yang didatangkan ini sendiri merupakan kereta rel listrik (KRL) bekas pakai di Jepang.

Baca juga: Targetkan 2 Juta Penumpang di 2019, PT KCI Tambah Dua Gerbong di Tiap Rangkaian

Kedatangan kereta-kereta bekas ini sendiri didasari kontrak tahun 2018 lalu antara KCI dengan East Japan Railway Company yang merupakan perusahaan penyedia jasa perkeretaapian penumpang asal Jepang. Dalam kontrak itu, KCI sendiri akan mendatangkan sebanyak 356 unit kereta yang pengirimannya mulai tahun 2018 hingga 2020 mendatang.

Direktur PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan, hingga Januari 2019, sudah ada 24 unit kereta yang sudah terealisasi dan tahun sebelumnya hanya mendatangkan 68 unit kereta.

“Tahun ini akan mendatangkan jauh lebih besar. Dana yang dikeluarkan untuk 192 unit kereta ini sekitar Rp190 miliar,” kata Wiwik yang dikutip KabarPenumpang.com dari kontan.co.id (10/4/2019).

Dia menambahkan untuk tahun 2020 mendatang yang akan didatangkan sisanya adalah 96 unit. Wiwik menargetkan, dengan kehadiran kereta-kereta ini bisa mengangkut 343,5 juta penumpang sepanjang 2019 dengan kapasitas angkut maksimum 1,3 juta penumpang. Pengguna KRL Jabodetabek Sumbang KCI Rp3,3 Miliar per hari.

Direktur Teknik PT KCI John Roberto, kereta yang didatangkan adalah kereta bekas yang berasal dari Jepang dengan seri 205. John yakin dengan standar perawatan yang PT KCI terapkan kereta akan tetap berfungsi dengan baik.

“Standar perawatan kami sama dengan Jepang,” ujarnya.

Sementara itu, di tahun 2021 PT KCI akan membuat kereta baru yang digarap secara bertahap dimulai dengan 25 train set terlebih dahulu. Sejauh ini, rencana tersebut sampai tahap diskusi dengan INKA. INKA yang akan mengerjakan proyek tersebut agar ada proses transfer teknologi.

“Tapi masih belum tahu apakah bekerjasama lagi dengan perusahaan Jepang atau tidak,” tambah John.

John mengatakan dari 192 unit akan dijadikan 16 rangkaian dengan 12 stamformasi agar bisa mengangkut lebih banyak dan nyaman.

“Di Jepang stamformasi delapan kereta, kita buat jadi 12, dan ini masih seri 2015,” katanya.

Baca juga: PT KCI – Tukar KMT Lama ke Baru Sebelum Tanggal 21 Juli 2018

Sementara itu, Wiwik menambahkan, sejak beroperasi pada 2013 hingga 2018, rata-rata pertumbuhan volume penumpang KRL sebesar 17 persen. Peningkatan paling signifikan, kata Wiwik, terjadi pada 2017.

Ia menjelaskan, peningkatan pada tahun tersebut terjadi karena dibukanya dua stasiun baru, yakni Stasiun Cikarang dan Stasiun Rangkasbitung. Jumlah volume penumpang pada 2017 sebanyak 315.853.991, sedangkan 2016 dengan jumlah 280.586.407 penumpang.