Koper di Kargo Aman, Penerbangan Pun Nyaman

Meski sistem keamanan di bandara sudah ditingkatkan sedemikian rupa, namun dalam hati kecil masih menyisakan rasa was-was saat ‘merelakan’ tas atau koper kita dibawa dari counter check in menuju alur penyiapan bagasi. Rasa was-was Anda tentu sah adanya, mengingat potensi pencurian tas dan koper pada bagasi pesawat bisa terjadi kapan dan dimana saja, tidak hanya di bandara domestik, di Luar Negeri sekalipun, terlebih di negara-negara berkembang risiko pencurian terbilang masih tinggi.

Seandainya masih memungkinkan, biasanya penumpang berusaha membawa tas atau bawaan lain ke dalam kabin, tapi faktanya ada sejumlah batasan seperti ukuran dan kapasitas untuk memasukkan barang bawaan ke kabin. Nah, ibarat sedia payung sebelum hujan, persiapkan tas dan koper Anda dengan sejumlah pengamanan, dengan begitu Anda dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang, termasuk di bandara transit. Dan dibawah ini ada beberapa tips yang layak Anda pikirkan sebelum menggunakan jasa bagasi (kargo) pesawat udara.

1. Gunakan alat bantu pengaman tambahan.
Anda bisa menggunakan gembok untuk mengamankan kepala resleting, atau sebuah sabuk tambahan. Pilihlah gembok yang menggunakan kunci kombinasi karena lebih susah dibuka ketimbang gembok dengan kunci biasa. Bila tidak ada, menggunakan tali tis juga lumayan ampuh untuk menyulitkan orang membukan resliting pada tas/koper.

2. Bungkus koper dengan cover pengaman khusus atau plastic wrap.
Saat ini sudah banyak toko-toko yang menjual cover tas atau koper. Jika ingin lebih murah, Anda bisa menggantinya dengan plastik wrap yang dililitkan di sekeliling bodi koper. Beberapa bandara biasanya telah menyediakan jasa bungkus koper dengan plastic wrap ini.

3. Pilih Koper dengan motif mencolok dan tidak bermerek.
Koper dengan motif polos lebih rentan tertukar, sehingga aksi membuka koper yang dilakukan oleh oknum bandara tersebut tidak terlalu memancing perhatian. Selain itu, pencuri biasanya mengambil koper bermerk karena kopernya saja sudah pasti laku dijual, apalagi dengan dugaan isinya, pasti lebih menguntungkan bagi mereka.

4. Pilih Koper tanpa Resleting
Modus pencurian pada koper ber-resleting adalah dengan cara memasukkan sesuatu yang runcing seperti ujung pulpen untuk membuka resleting tersebut. Setelah barang diambil, resleting tinggal digeser hingga menutup kembali. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, gunakan koper yang letak resletingnya tersembunyi, atau untuk lebih amannya gunakan koper tanpa resleting.

5. Antri sedini mungkin di area pengambilan bagasi.
Setelah turun dari pesawat, maka sebaiknya bersegeralah ke area pengambilan bagasi. Tiba lebih dahulu di area pengambilan bagasi akan mengurangi risiko barang Anda dijarah atau tertukar. Pastikan juga struk bagasi jangan sampai hilang.

6. Lapor petugas
Selalu cek tampilan bagasi Anda pada sebelum, dalam, hingga selepas penerbangan. Jika menemukan tanda-tanda bagasi Anda diutak atik (tergores, sobek, terbuka paksa, bolong, atau pecah), segera lapor petugas maskapai untuk ditindaklanjuti. Jangan buru-buru meninggalkan bandara karena klaim bagasi setelah keluar dari bandara tidak akan dilayani.