Krisis Besar, Qatar Airways Tolak Pesawat Airbus dan Boeing Hingga 2022

0
Salah satu Airbus A330 milik Qatar Airways. Sumber: aviator

Qatar Airways memutuskan untuk menolak kedatangan pesawat Airbus dan Boeing setidaknya hingga tahun 2022 mendatang. Hal itu dikarenakan anjloknya permintaan perjalanan penumpang serta krisis uang tunai yang tengah dihadapi perusahaan. Bahkan, saking krisinya, pesanan Boeing 777X, besar kemungkinan akan ditunda hingga 2030 mendatang.

Baca juga: Awak Kabin Qatar Airways Gunakan Kostum Hazmat untuk Layani Penumpang

“Kami telah memberi tahu Boeing dan Airbus bahwa kami tidak akan ambil pesawat baru tahun ini dan tahun depan,” kata CEO Qatar Airways Group, Akbar Al Baker kepada Sky News, sebagaimana dilansir executivetraveller.com.

“Semua pesawat pesanan kami yang seharusnya dikirim dalam dua atau tiga tahun ke depan, sekarang akan molor sampai setidaknya delapan hingga sepuluh tahun mendatang. Kami akan mulai menerima pesawat pesanan kami seiring meningkatnya frekuensi penerbangan dan permintaan perjalanan,” tambahnya.

Salah satu dari tiga maskapai terbesar di Timur Tengah itu diketahui sudah memesan sekitar 160-200 pesawat kepada duopoli produsen pesawat dunia, Airbus dan Boeing, dengan total investasi mencapai puluhan miliar dolar.

Adapun rinciannya, 50 A321neo dan A321neo LR, 12 Airbus A350-1000, 23 Boeing 787-9, 110 dari Boeing 777X (60 tipe 777-9 dan 50 tipe 777-8), serta pesawat pesakitan yang saat ini tengah di-grounded di seluruh dunia 60, Boeing 737 MAX 8.

Terkait Boeing 737 MAX 8 ini, bahkan, pimpinan tertinggi Qatar Airways itu dengan tegas menyebut pihaknya tak lagi butuh MAX. “Kami telah memberi tahu Boeing bahwa kami harus menggantinya dengan pesawat jenis lain. Kami tidak akan membutuhkan lagi 737 MAX,” jelasnya.

Dalam sesi wawancara bersama Sky News UK, Al Baker juga menyinggung soal kebijakan Qatar Airways terhadap pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380. Ia menyebut, A380 besar kemungkinan akan terus di-grounded sampai pertengahan 2021 atau bahkan tidak terbang sama sekali sebagai kemungkinan terburuk.

Baca juga: Boeing 737 MAX ‘Tumbang’, Rusia Tantang Airbus A320neo Lewat MC-21

“Qatar Airways saat ini menggrounded 10 A380 dan pesawat tersebut tidak akan kembali selama setidaknya satu tahun atau mungkin tidak akan pernah (terbang),” ucapnya.

Skenario tersebut bukannya tanpa alasan. Dalam pengamatan Al Baker, dampak dari wabah Covid-19 terhadap industri penerbangan global setidaknya telah membuat pihaknya menggrounded sekitar 50an pesawat. Itupun masih mungkin bertambah mengingat krisis akibat corona seperti sekarang ini masih akan terus berlangsung sampai dua hingga tahun mendatang. “Saya pikir saya akan sangat terkejut jika sesuatu (industri kembali normal) akan terjadi sebelum 2023/2024,” pungkasnya.

Leave a Reply