KRL Kerap Jadi Korban Sambaran Petir, Dirut PT KAI Minta Solusi dari Ahli Petir ITB

Terkait dengan kondisi cuaca yang semakin sulit untuk diprediksi belakangan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan meminta bantuan dari para ahli petir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mencari solusi serangan petir pada kereta api. Pasalnya, kondisi hujan deras yang disertai petir dikhawatirkan dapat menghambat pengoperasian dari tulang punggung moda transportasi berbasis massal di Jakarta ini. Tidak bisa dipungkiri, sambaran petir kerap kali menimbulkan masalah pada operasional KRL Jabodetabek.

Baca Juga: Faraday Cage Selamatkan MRT Singapura Saat Tersambar Petir

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan bahwa Selasa (9/4/2019) ini pihaknya akan langsung menggelar rapat, “memberitahu ini kasusnya, apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi petir ini,” ujar Edi Sukmoro di Stasiun Bandung, Jumat (5/4/2019), dikutip KabarPenumpang.com dari laman tempo.co.

Edi menambahkan, persatuan ahli petir ini memiliki riset peta daerah petir di Indonesia. Dalam peta itu diyakininya Jabodetabek termasuk daerah petir paling berat di dunia. Ternyata pernyataan Edi ini tidak hanya sekedar hipotesa belaka, terbukti dengan serangkaian serangan petir yang ‘mengganggu’ pengoperasian dari KRL di Jabodetabek.

Sebut saja yang terjadi di Bekasi dan Tangerang Selatan beberapa waktu yang lalu – dimana serangan petir ini langsung berdampak pada penumpukan penumpang sangat besar. Begitu beratnya hingga operasional KRL bisa dan bolak-balik terdampak. Padahal setiap rangkaian KRL disebutkannya telah dilengkapi fitur penangkal petir.

“Namun (alat penangkal petir) kalah dengan kekuatan (petir) yang besar sekali,” ujarnya.

“Jadi pakar ini punya petanya, kami akan meminta saran untuk menanggulangi ini. Saya yakinkan, ini pasti harus ada solusinya,” imbuh Edi.

Namun jika diperhatikan kembali, nampaknya produsen kereta api telah terlebih dahulu memikirkan tentang kereta jika terdampak sambaran petir. Sebut saja pengadaan fitur penangkal petir yang diyakini dapat meminimalisir ‘efek samping’ dari sambaran petir tersebut. Tapi kembali lagi pada pernyataan Edi, fitur tersebut tidak terlalu manjur untuk menangkal gejala alam yang dihasilkan dari perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya.

Baca Juga: KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang

Sama halnya seperti pesawat terbang, kereta api juga mengaplikasikan apa yang disebut dengan Faraday Cage – sebuah ruang tertutup yang terbuat dari bahan-bahan penghantar listrik, dimana ruangan ini mampu merintangi medan listrik statik eksternal.

Besar kemungkinan, gangguan di jaringan KRL Jabodetabek ini sesuai dengan perkiraan Edi sebelumnya, yaitu sambaran petir yang terlalu kuat.