Kurang Armada untuk Tangani Rute, Scoot Bakal Sewa 12 Unit Airbus A320

(Airport Spotting Blog)

Kendati sudah lebih dari berbulan-bulan pasca jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Addis Ababa dan Lion Air di Tanjung Karawang yang mengakibatnya grounded massal terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8 (bahkan beberapa maskapai menghentikan total semua varian Boeing 737 MAX), namun dampak dari pemberhentian pengoperasian dari pesawat ini masih terasa hingga saat ini.

Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8

Salah satunya datang dari anak perusahaan dari Singapore Airlines, Scoot. Dikabarkan, maskapai ini akan menyewa sejumlah pesawat Airbus A320 untuk menutupi kekurangan armada akibat grounded dari Boeing737 MAX tersebut.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (18/5/2019), rencananya Scoot akan menyewa sekitar 12 pesawat Airbus A320. Hal ini sebenarnya lanjutan dari hilangnya nama Boeing 737 MAX 8 dari rencana penggunaan armada dari Singapore Airlines Group – termasuk Silkair, Scoot, dan Singapore Airlines sendiri. Pun dengan penambahan armada yang terjadi di tubuh grup ini – dari 202 pesawat pada Maret 2019 menjadi 207 pesawat pada Maret 2020 mendatang.

Tidak hanya menyewa Airbus A320 saja, tapi Scoot juga akan mendapatkan limpahan Boeing 737-800NG dari kakak kandungnya, Silkair. Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak yang saling berkaitan dengan Scoot, diharapkan dapat membantu pengoperasian maskapai berbiaya murah tersebut.

Selain minimnya armada untuk dioperasikan, aksi grounded massal yang dilakukan oleh hampir seluruh maskapai di dunia berakibat pada penutupan sejumlah rute penerbangan. Ini dikarenakan berkurangnya armada di tubuh Scoot untuk mengopeasikan keseluruhan rute yang mereka miliki. Menurut salah satu sumber internal dari Singapore Airlines, pihak Scoot akan memangkas empat rute penerbangan terhitung sejak bulan Juni 2019 mendatang.

Baca Juga: Ternyata Boeing Ketahui Masalah Sensor di 737 MAX Sebelum Lion Air Jatuh!

Pemangkasan jumlah rute pengoperasian ini diyakini oleh pihak Singapore Airlines sebagai, “kombinasi permintaan yang lemah dan kekurangan sumber daya pesawat.”

Perkembangan terakhir dari Boeing, produsen pesawat asal Negeri Paman Sam ini tengah menunggu proses sertifikasi terkait upgrade sensor pada armada 737 MAX 8 tersebut.