Lagi, Insiden Drone Tabrak Pesawat Komersial Kembali Terulang

Sumber: engadget.com

Walaupun di beberapa negara sudah dikeluarkan ultimatum tentang pelarangan menggunakan pesawat tak berawak (drone) di radius tertentu dari bandara, tetapi hal ini seolah tidak diindahkan oleh masyarakat. Alhasil, insiden tabrakan antara pesawat penumpang dan drone ini terus terulang. Seperti yang terjadi di Argentina, 12 November 2017 silam, dimana sebuah drone menabrak Boeing 737-800 milik maskapai Aerolineas Argentinas.

Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman rt.com (12/11/2017), drone tersebut menghantam mesin sebelah kanan pesawat yang bertolak dari Trelew, sebelah timur laut dari Patagonia. Kejadian tersebut terjadi ketika pesawat meliintas di atas Tierra Santa Theme Park, tepat sebelum pesawat Aerolineas Argentinas mendarat di bandara Jorge Newbery di Buenos Aires, Argentina. Untungnya, pesawat tidak mengalami kerusakan hebat ketika ditabrak dan bisa mendarat dengan selamat.

Sang pilot yang berhasil mendaratkan pesawat tersebut kemudian melaporkan kejadian yang baru saja ia alami ke menara pengawas. “Tiga minggu lalu, di tempat yang sama, sebuah drone melintas mungkin hanya lima meter saja di depan kami. Jarak yang sangat dekat,” tutur sang pilot. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden berbahaya tersebut, namun pihak maskapai harus menerima pil pahit manakala tabrakan dengan drone itu meninggalkan kerusakan ringan.

“Akibat kejadian tersebut, pesawat mengalami kerusakan ringan. Untuk sementara, pesawat tersebut tidak beroperasi untuk menjalani inspeksi mendalam,” tulis Aerolineas Argentinas dalam sebuah pernyataan. Diketahui, insiden tabrakan ini tengah diselidiki oleh National Civil Aviation Administration (ANAC) dan Civil Aviation Accident Investigation Board (JIAAC).

Sebagaimana yang tertuang dalam ANAC’s Provisional Regulation of Unmanned Aerial pasal 6 menyebutkan tentang pelarangan pengoperasian kendaraan udara atau sistem kendaraan udara yang dikemudikan dari jarak jauh di wilayah udara terkontrol, koridor visual, dan helikopter. Kecuali pihak terkait sudah mengantongi izin terlebih dahulu dari pihak bandara.

Tidak hanya di Argentina, drone juga diketahui telah menabrak sebuah pesawat twin-engined propeller di Kanada pada 16 Oktober 2017 kemarin. Kejadiannya hampir serupa dengan yang terjadi di Argentina, dimana Skyjet Beech King Air 100 tengah bergerak mendekati Bandara Internasional Jean Lesage di Kota Quebec, dan dihantam oleh sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang tidak dikenal.

Baca Juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

Menteri Transportasi Kanada, Marc Garneau mengatakan bahwa drone itu terbang di ketinggian sekitar 1.500 kaki, tiga mil dari bandara. Itu menandakan bahwa drone tersebut terbang 500 kaki di atas batas yang diizinkan. Untungnya, pesawat Skyjet Beech King Air 100 dapat mendarat dengan selamat dan hanya mengalami kerusakan minor. “Jika tidak ditindaklanjuti, insiden seperti ini bisa terulang lagi dengan skala yang lebih serius.” Ungkap Marc dilansir dari sumber berbeda.