Thursday, February 5, 2026
HomeAnalisa AngkutanLampaui Batas! Ferry Listrik Candela P-12 Cetak Rekor Pelayaran Laut Terjauh di...

Lampaui Batas! Ferry Listrik Candela P-12 Cetak Rekor Pelayaran Laut Terjauh di Dunia

Industri transportasi laut baru saja menyaksikan momen bersejarah yang mengubah persepsi publik terhadap kemampuan kapal listrik. Candela, produsen kapal listrik asal Swedia, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan infrastruktur pengisian daya yang mahal bukan lagi penghalang bagi masa depan transportasi air berkelanjutan. Melalui unit ferry hidrofoil mereka, Candela P-12, perusahaan ini baru saja menuntaskan pelayaran laut terjauh yang pernah dilakukan oleh kapal penumpang listrik.

Dalam perjalanan luar biasa selama tiga hari pada awal Februari 2026, Candela P-12 menempuh jarak sejauh 160 mil laut (sekitar 296 kilometer), berangkat dari Gothenburg di pesisir barat Swedia menuju Oslo, Norwegia. Keberhasilan ini bukan sekadar soal angka, melainkan demonstrasi nyata dari efisiensi teknologi hidrofoil yang menjadi inti dari setiap kapal buatan Candela.

Kunci rahasia di balik efisiensi Candela P-12 adalah penggunaan sayap bawah air atau hidrofoil yang dikendalikan oleh komputer. Saat kapal mencapai kecepatan tertentu, sayap ini akan mengangkat seluruh lambung kapal keluar dari permukaan air. Metode ini secara drastis mengurangi hambatan air (drag) dan memangkas konsumsi energi hingga 80% dibandingkan dengan kapal ferry konvensional. Hasilnya, kapal dapat melaju lebih cepat dan lebih jauh dengan baterai yang lebih kecil dan biaya operasional yang jauh lebih murah.

Satu hal yang paling menarik dari pelayaran rekor ini adalah bagaimana Candela menyelesaikan tantangan pengisian daya. Berbeda dengan ferry listrik tradisional yang membutuhkan infrastruktur pengisian daya bernilai jutaan dolar di setiap dermaga, Candela P-12 cukup menggunakan stasiun pengisian daya cepat (DC) standar yang sudah ada. Bahkan, di lokasi yang tidak memiliki fasilitas pengisian daya, tim menggunakan pengisi daya portabel yang ditarik oleh truk listrik Ford F-150 Lightning. Fleksibilitas ini membuktikan bahwa operasional ferry listrik kini bisa dilakukan tanpa harus membangun proyek infrastruktur raksasa yang memakan waktu dan biaya.

Dari sisi ekonomi, efisiensi ini terlihat sangat nyata. Seluruh perjalanan sejauh 160 mil laut tersebut hanya menghabiskan biaya listrik sekitar €200 (sekitar Rp3,4 juta). Sebagai perbandingan, ferry konvensional dengan mesin diesel akan menghabiskan biaya bahan bakar berkali-kali lipat lebih mahal, belum lagi dampak emisi karbon yang dihasilkan.

Pencapaian Candela P-12, yang saat ini sudah mulai beroperasi di sistem transportasi publik Stockholm, menjadi sinyal kuat bagi dunia bahwa era transisi energi di sektor maritim telah tiba. Dengan kecepatan jelajah 25 knot dan kemampuan manuver yang lincah, kapal ini bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan solusi nyata yang siap menggantikan ribuan ferry diesel di seluruh dunia guna menciptakan perairan yang lebih bersih, tenang, dan efisien.

Mengenal Incat Hull 096: Kapal Ferry Listrik Terbesar di Dunia yang Memulai Uji Coba Pelabuhan

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru