Layanan Kereta Malam di Eropa – Mantan Primadona yang Tidak Pernah Kehilangan Penggemar

Ilustrasi Kereta Malam. Sumber: istimewa

Perkembangan di sektor transportasi memang tidak melulu mengedepankan aspek kecepatan, teknologi, hingga keselamatan. Salah satu yang menjadi bukti perkembangan tersebut adalah terletak di segi kenyamanan moda yang dikendarai. Ya, tentu masih ingat di benak Anda semua tentang kejayaan layanan kereta malam di Eropa bertahun-tahun silam, namun apa kabarnya kini? Masihkah menjadi primadona di setiap kalangan yang hendak melakukan mobilitas? Atau keberadaannya mulai tergantikan oleh moda lain?

Baca Juga: Terdesak Kereta Cepat, Parlemen Eropa Tinjau Kelayakan Bisnis Kereta Malam

Sebetulnya, keberadaan kereta malam di Eropa bisa dibilang sudah hampir ‘punah’ karena tergusur kedigdayaan moda udara yang belakangan ini semakin diminati oleh banyak penumpang di seluruh dunia. Alasan paling vokal yang melatarbelakangi tergerusnya layanan kereta malam ini adalah efisiensi waktu. Bayangkan saja, semisal Anda membutuhkan waktu sekitar 10 jam berkereta dari titik A menuju titik B, sedangkan jika menggunakan pesawat Anda hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga jam saja.

Dari gambaran abstrak itu saja, sudah terbayang bukan berapa banyak waktu yang tersita semisal Anda berkendara menggunakan kereta ketimbang pesawat? Belum lagi dari urusan tarif yang bisa dibilang tidak terlalu jauh selisihnya, maka tidak heran jika lebih banyak penumpang yang menambatkan hatinya kepada si burung besi.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman trainline.eu, operator kereta Eurolines France menyediakan tiket perjalanan kereta dari London menuju Berlin dengan harga berkisar antara €64 hingga €499 (Rp1,1 juta hingga Rp8,2 juta) dengan durasi perjalanan sembilan hingga 10 jam paling lama. Sementara dengan mengudara menggunakan penerbangan langsung, penumpang hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Heathrow menuju Berlin Tegel (Jerman).

Tidak hanya pesawat saja, keberadaan kereta malam pun semakin tergusur dengan hadirnya saudara muda di dunia perkeretaapian, bullet train (kereta peluru). Tetap, fokus dari menurunnya daya pikat dari kereta malam adalah efisiensi waktu dan sialnya, bullet train mampu memenuhi keinginan dari para penumpangnya itu.

Baca Juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Kendati begitu, bukan berarti pasar kereta malam hilang begitu saja. Dilansir dari laman sumber lain, sebuah data mencatat bahwa hingga tahun 2016 kemarin, tercatat hanya ada 11 negara di Uni Eropa yang masih menggunakan layanan kereta malam ini. Walaupun terbilang sedikit, namun dengan eksistensi 11 layanan kereta malam tersebut seolah membuktikan bahwa moda ini tidak kehilangan ‘penggemar’.

Terlebih dengan ide pengalihfungsian kereta malam ini menjadi kereta tur oleh sejumlah kelompok pecinta kereta Eropa. Ide ini muncul menyusul pernyataan dari European Parliament’s Committee on Transport & Tourism yang tengah menimbang kelanjutan dari pengoperasian kereta malam.