Lintasi Myanmar, Cina Buka Jalur Kereta Barang Menuju Pelabuhan di Samudera Hindia

0
Rencana sedang dilakukan untuk mengembangkan kota perdagangan perbatasan Myanmar Chin Shwe Haw sebagai "zona kerja sama ekonomi perbatasan" di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan. Foto: AP

Pada 27 Agustus 2021, jalur baru Cina-Myanmar dilintasi sebuah kargo uji yang berangkat dari perbatasan Myanmar ke stasiun kereta api Chengdu di Sichuan, Cina. Koridor ini melibatkan konektivitas kapal laut, jalan darat dan jaringan rel kereta.

Baca juga: Pengiriman Melalui Laut Alami Penundaan, Kereta Barang Cina-Eropa Jadi Pilihan di Asia Tenggara

Persisnya barang yang diangkut dengan kapal laut dari Pelabuhan Singapura tiba di Pelabuhan Yangon (Myanmar) melalui Laut Andaman di timur laut Samudera Hindia, kemudian barang diangkut melalui jalan darat via truk ke Lincang di sisi Cina perbatasan Myanmar-Cina di Yunnan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thehindu.com (31/8/2021), jalur kereta api baru ini membentang dari kota perbatasan Lincang ke Chengdu, pusat perdagangan utama di Cina barat, melengkapi koridor tersebut.

“Jalan ini menghubungkan jalur logistik Singapura, Myanmar dan Cina, dan saat ini merupakan jalur darat dan laut paling nyaman yang menghubungkan Samudera Hindia dengan Cina barat daya. Perjalanan satu arah ini menghemat 20 hingga 22 hari,” kata China News Service.

Cina juga memiliki rencana untuk mengembangkan pelabuhan lain di Kyaukphyu di negara bagian Rakhine, termasuk jalur kereta api yang diusulkan dari Yunnan langsung ke pelabuhan, tetapi kemajuan di sana terhenti karena kerusuhan di Myanmar. Perencana Cina juga melihat Pelabuhan Gwadar di Pakistan sebagai jalan keluar utama lainnya ke Samudra Hindia yang akan melewati Selat Malaka.

Pelabuhan Gwadar sedang dikembangkan sebagai bagian dari Koridor Ekonomi China Pakistan (CPEC) ke wilayah Xinjiang paling barat, tetapi proyeknya melambat karena kekhawatiran atas masalah keamanan. Biaya dan logistik melalui CPEC juga kurang menguntungkan dibandingkan jalur Myanmar dengan dibukanya jalur transportasi kereta api dari perbatasan Myanmar langsung ke hub komersial terbesar Cina barat, Chengdu.

Waktu transportasi di jalur kereta api dari perbatasan Myanmar ke Chengdu memakan waktu tiga hari.

Situs web Irrawaddy yang berfokus pada berita Myanmar mengatakan rute itu adalah “yang pertama menghubungkan Cina barat dengan Samudra Hindia”. Jalur kereta api saat ini berakhir di Lincang di sisi Cina di seberang kota perdagangan perbatasan Myanmar, Chin Shwe Haw.

Baca juga: Bangkitnya Jalur Sutra Modern Dari Cina ke Daratan Eropa

Rencana sedang dilakukan untuk mengembangkan Chin Shwe Haw sebagai “zona kerja sama ekonomi perbatasan” di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan. Irrawaddy mengatakan rute itu melewati Mandalay, Lashio dan Hsenwi di sisi Myanmar dan “diharapkan menjadi urat nadi perdagangan internasional bagi Cina dan Myanmar, sambil memberikan sumber pendapatan bagi rezim militer Myanmar”.