Lokomotif CC205 Batch 3 Tiba di Indonesia, Dukung Mobilitas Kereta Barang dan Penumpang

0
Lokomotif CC205 (Wikipedia)

Lokomotif CC205 batch 3 yang dikirim dari Amreika Serikat tiba di Indonesia pada 20 Juni 2021. Lokomotif ini merupakan lokomotif terberat kedua di Indonesia dengan bobot 108 ton. Kehadiranya sendiri untuk menggantikan beberapa tugas lokomotif CC202 yang sudah menua.

Baca juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI

Bahkan dalam hal ini dua lokomotif CC202 bisa diganti dengan satu lokomotif CC205. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, lokomotif ini tiba di Indonesia tepatnya di Lampung 26 September 2011, karena lokomotif ini hanya dikhususkan untuk menarik rangkaian kereta pengangkut batu bara (Babaranjang) di Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjungkarang.

Lokomotif CC205 merupakan salah satu lokomotif berteknologi modern di Indonesia. CC205 memiliki nomor seri GT38ACe yang berarti lokomotif bisa digunakan untuk keperluan penumpang atau barang. Lokomotif ini memiliki mesin V8 turbo, motor AC dan berconfigurasi Co’Co’.

CC205 menggunakan sistem operasi berbasis mikroprosesor tipe EM2000 yang mengendalikan seluruh fungsi sistem kerja lokomotif, yaitu pengendalian semua komponen yang merupakan subsistem, seperti motor diesel, alternator, motor traksi, kompresor dan lainnya. Semua fungsi dan kerja akan direkam dan dapat diunduh ke laptop.

Sistem juga dapat melakukan self diagnostic bila terjadi gangguan pada lokomotif yang akan direkam dan dapat ditampilkan pada layar monitor, sehingga dapat diketahui penyebab gangguannya. Mesin yang digunakan CC205 adalah EMD 710, salah satu mesin paling handal setelah EMD 645 dan EMD 567.

Mesin seri 710 ini juga digunakan di lokomotif EMD GP22ECO, SD22ECO, SD32ECO, dan lokomotif-lokomotif yang di re-power oleh EMD. Mesin ini tidak seperti mesin EMD 567, EMD 645, dan GE 7FDL karena mesin ini menggunakan teknologi EFI dan exhaust terbaru, sehingga lolos uji emisi EPA Tier-2 dan hemat diesel hingga 25 persen. Lokomotif ini bisa menarik sampai 48 gerbong babaranjang.

Pada tahun 2014, telah datang kembali lima unit CC205 di Pelabuhan Panjang, Lampung. lima unit ini merupakan bonus yang didapatkan secara cuma-cuma oleh PT KAI dari pabrik EMD. Bonus ini adalah bentuk tanggung jawab EMD yang terlambat mengirim 44 unit CC205 tahun 2013. Dengan demikian, lokomotif CC205 sudah berjumlah 55 buah dan siap menarik kereta api Babaranjang.

Pada 16 April 2020, PT Kereta Indonesia telah menandatangani kontrak untuk 36 lokomotif CC205 batch 3 tipe GT38ACe, memperluas armada untuk Angkutan Divisi Regional IV dan III di Pulau Sumatra. 36 lokomotif baru CC205 batch 3 akan digunakan untuk operasi pengangkutan batubara PT KAI di Lampung dan Sumatra Selatan yang sudah bergabung dengan lebih dari 50 lokomotif CC205 batch 1 dan 2 tipe GT38ACe lainnya yang telah beroperasi pada layanan ini sejak tahun 2011, 2013 dan 2014.

Saat ini 79 unit lokomotif CC205 telah datang di Indonesia, ditambah 12 unit lagi yang akan datang pada Juli 2021. Semua lokomotif CC205 ditugaskan untuk menarik kereta api batu bara rangkaian panjang 60 gerbong. Semua lokomotif CC205 sudah menggunakan penomoran terbaru pada sisi samping kabin masinisnya berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No.54/2016.

Baca juga: Produksi Indonesia, Lokomotif CC203 Atau GE U20C Pernah Digunakan di Filipina dan Australia

Mulai Februari 2021, bersamaan dengan lokomotif lainnya di Depo Lokomotif Tanjung Karang, plat nomor lama di dekat lampu kabutnya kini telah dihilangkan. Lokomotif CC205 menggunakan livery Perumka, namun dengan logo PT KAI baru versi 2020.