Tuesday, April 16, 2024
HomeHot NewsLokomotif CC206 KA Jayabaya Keluarkan Asap Putih Lalu Terbakar

Lokomotif CC206 KA Jayabaya Keluarkan Asap Putih Lalu Terbakar

Peristiwa pada 24 Januari 2017 tentu mengingatkan kita saat dikabarkan adanya lokomotif yang mengalami gangguan pada mesin hingga mengeluarkan api dan terbakar di bagian lokomotif.

Baca juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI 

Kejadian hebat yang menimpa lokomotif seri CC 206 13 72 yang menarik KA Jayabaya rute Pasar Senen – Surabaya menyita perhatian warga disekitar yang melihatnya. Pada pukul 15.45 WIB lokomotif yang awalnya sempat mogok dan tertahan di kilometer 161 ini secara tiba – tiba mengeluarkan asap putih tebal dan sempat menguarkan api di bagian atas lokomotif. Kejadian ini berada di Desa Luwungregi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Saat itu ada kebocoran pada air pendingin mesin yang masuk ke ruang bakar lokomotif. Sebelum kejadian masinis sudah merasakan kendala pada mesin lokomotif saat masuk ke Bulakamba. Masinis pun tak mau ambil risiko untuk melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya KA Jayabaya diberhentikan perjalanannya karena kehilangan daya tarik lalu mematikan mesin.

Karena lokomotif tidak bisa melanjutkan perjalanan, pihak dari Daerah Operasi (DAOP) 3 mengirim lokomotif dari Depo Lokomotif Cirebon untuk menarik KA Jayabaya. Pada pukul 19.00 WIB proses pergantian lokomotif pun dilakukan dengan cara melangsir dan menarik lokomotif yang rusak dan menggandeng kembali rangkaian KA Jayabaya. Serta semua beres, KA Jayabaya dapat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Akhiri ‘Derita,’ Kini Masinis PT KAI Mulai Nikmati Lokomotif Ber-AC

Sempat ada kemacetan di perlintasan Desa Luwungragi, karena rangkaian kereta masih menutupi jalan raya. Sehingga lalu lintas kendaraan bermotor, sempat terganggu. Meski tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, perjalanan KA Jayabaya mengalami keterlambatan untuk sampai ditujuan. Beruntung, perjalanan kereta api lainnya tidak terkena imbasnya karena jalur yang dilalui adalah jalur ganda. Jadi kereta api masih bisa lewat di jalur sebelahnya meskipun adanya sedikit keterlambatan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru