Lolos Tes Terowongan Angin, Pesawat Supersonik Ramah Lingkungan Aerion Kian Nyata

0
Pesawat supersonik Aerion AS2 yang diklaim 100 persen bebas emisi. Foto: Aerion Supersonic

Perkembangan jet bisnis supersonik Aerion AS2 semakin menggeliat. Belum lama ini, pesawat dari pabrikan asal Amerika Serikat (AS) itu dikabarkan berhasil melewati uji terowongan angin atau wind tunnel testing. Dengan begitu, desain pesawat futuristik dengan bahan bakar ramah lingkungan ini dinyatakan aman dan bisa melanjutkan ke tahap pembuatan komponen pada 2022 dan proses perakitan pada 2023 untuk membuatnya jadi nyata.

Baca juga: Keren, Tesla Akan Buat Pesawat Supersonik Pengganti Concorde Bertenaga Listrik

“Tes tersebut melibatkan evaluasi keseluruhan operasional AS2, termasuk lepas landas dan mendarat, penerbangan subsonik, penerbangan supersonik tanpa dentuman, dan kecepatan jelajah. Selain itu, desain AS2 telah diuji untuk kondisi operasional, termasuk uji landing gear dan wing icing, bersama dengan kualitas handling,” bunyi laporan Aviation International News, sebagaimana dikutip dari Simple Flying.

Pesawat supersonik ini memang tidak akan menyamai atau bahkan melampaui legenda pesawat supersonik Concorde. Jet bisnis supersonik Aerion AS2 diproyeksikan hanya mampu melesat dengan kecepatan Mach 1.4 atau 1.729 km per jam. Dengan begitu, rute andalan mereka, London-New York bisa dijangkau dalam empat jam.

Bandingkan dengan Concorde yang mampu melesat 2.179 km per jam atau melahap penerbangan London-New York hanya dalam tiga jam.

Demikian juga dengan kursi penumpang. Aerion AS2 digadang hanya mampu mengangkut 8-12 penumpang, dengan kabin eksklusif dan mewah. Jumlah tersebut tentu tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Concorde yang mampu mengangkut 100 penumpang.

Namun, durasi tersebut masih lebih baik ketimbang pesawat komersial pada umumnya yang bisa memakan waktu enam jam. Oleh karena itu, pesawat supersonik ini lebih mengincar ke perjalanan bisnis ketimbang perjalanan wisata.

Meski terlihat masih jauh dari pesawat supersonik Concorde, bukan berarti pesawat supersonik yang direncanakan bakal hadir pada 2027 itu tidak memiliki keunggulan apapun yang bisa dibangga-banggakan.

Disebutkan, Aerion AS2 memiliki lima keunggulan yang tak dimiliki Concorde sebagai sesama pesawat supersonik ataupun pabrikannya. Pesawat supersonik Aerion AS2 dijanjikan bakal bebas emisi sejak pertama kali mengudara sampai seterusnya. 100 juta pohon juga bakal ditanam pada tahun 2036 sejak kehadiran pesawat ini untuk kali pertama.

Tak cukup sampai di situ, Aerion AS2 akan menggunakan 100 persen bahan bakar berkelanjutan yang dinilai sanggup mengurasi emisi karbon di udara sampai 80 persen. Sebagai pesawat masa depan, pabrikan juga turut andil dengan tren ramah lingkungan, dimana program carbon offsetting bakal dijajaki tanpa memungut biaya sepersen pun ke penumpang.

Baca juga: Kurangi Emisi Suara di Tengah Malam, Bandara Heathrow Patok Biaya Ekstra untuk Maskapai

Keunggulan lain, umumnya, pesawat supersonik amat berisik atau seringkali menciptakan sonic boom atau dentuman sonik. Namun, tidak demikian dengan Aerion AS2. Pesawat ini diklaim bakal boomless atau tanpa dentuman sekalipun melesat dengan kecepatan tinggi sehingga tidak menimbulkan polusi suara.

Sedikit terkait polusi suara, di dunia memang sudah memperhatikan hal itu. Bahkan, polusi suara di malam hari oleh pesawat terbang bisa dikenai biaya tambahan sebagai kompensasi atas ketidaknyamanan yang tercipta, khususnya saat di bandara.

Leave a Reply