Lupa Bawa Insulin, Penumpang Air New Zealand Meninggal di Udara

B789 Air New Zealand. Sumber: youtube

Sebuah penerbangan Air New Zealand dari Hong Kong menuju Auckland, Selandia Baru terpaksa berhenti di Bandara Internasional Cairns, Australia, ketika seorang penumpang berjenis kelamin pria dinyatakan meninggal di tengah penerbangan tersebut. Kejadian ini sendiri terjadi pada Senin (7/1/2019) dini hari waktu setempat. Sebagai asumsi awal, penumpang pria ini diperkirakan meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya.

Baca Juga: Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, seorang pejabat Bandara Internasional Cairns mengidentifikasi pria ini berusia sekitar 60-an dan lupa membawa insulin pada penerbangan tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penumpang yang meninggal ini sempat didiamkan terlebih dahulu selama dua jam di kabin sebelum akhirnya bisa ditindaklanjuti – karena absennya petugas darat yang bertugas pada dini hari.

Adapun armada Boeing 789 yang dioperatori oleh Air New Zealand ini mendarat di Bandara Internasional Cairns pada pukul 02.30 dini hari waktu setempat. Seorang dokter yang berada di dalam penerbangan tersebut berusaha untuk menjaga sang penumpang pria selama tiga hingga empat jam sebelum pesawat dengan nomor penerbangan NZ80 ini mendarat di Bandara Internasional Cairns.

“Sang pasien menggunakan masker oksigen dan terkadang menggunakan defibrillator,” ujar seorang pejabat dari Air New Zealand.

Sedangkan menurut seorang pejabat bandara, sang pilot enggan untuk menggunakan garbarata karena ini akan menimbulkan risiko bagi para penumpang untuk melihat jenazah dan lebih memilih untuk menggunakan tangga biasa. Namun karena jumlah penumpang yang terlalu banyak, jadi proses evakuasi penumpang dari dalam pesawat menuju terminal Bandara Internasional Cairns menggunakan tangga.

Setelah semua penumpang berhasil dievakuasi menuju terminal, petugas medis baru bisa untuk memindahkan jenazah tersebut. Proses evakuasi si penumpang pria yang meninggal ini pun terbilang cukup rumit, karena peralatan medis yang ukurannya cukup besar sedikit agak sulit untuk masuk ke dalam pesawat jika hanya dengan menggunakan tangga biasa.

Menanggapi insiden ini, pihak Air New Zealand menolak untuk berkomentar lebih jauh. Namun pihak Bandara Internasional Cairns sedikit memberikan informasi terkait insiden ini.

Baca Juga: Diduga Serangan Jantung, Penumpang United Airlines Meninggal di Udara

“NZ80 (Hong Kong – Auckland) dialihkan menuju Cairns pada Senin pagi ketika seorang penumpang berada dalam kondisi tidak sehat sesaat setelah pesawat lepas landas. Karena alasan privasi, kami tidak dapat berbagi rincian lebih lanjut tentang penumpang,”

“Buntut dari insiden ini adalah NZ80 mengalami keterlambatan sekitar dua jam dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumya.” ujar pihak bandara.