Tak hanya menggunakan kereta api jarak jauh saat melakukan perjalanan mudik lebaran. Perjalanan jaram menengah pun ternyata lebih diminati masyarakat. Ya, seperti halnya Kereta Api (KA) Pangrango dengan rute Stasiun Bogor Paledang – Sukabumi pulang pergi. Masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan KA tersebut lebih dominan mengisi waktu liburan baik di Kota Bogor maupun Sukabumi.
Berdasarkan kabar dari berbagai laman di media sosial, KA Pangrango menjadi destinasi favorit dengan waktu yang efisien dan praktis dalam untuk mengisi waktu liburan. Meskipun hanya memiliki satu rangkaian dalam tiap perjalanan, tak heran tiket KA Pangrango selalu cepat habis dipesan apalagi saat libur panjang.
Saat arus mudik mulai mencapai puncaknya, tentu jalan raya arteri menuju Kota Sukabumi terlihat sangat padat dengan kendaraan bermotor dari berbagai daerah bahkan dari Kota Jakarta. Jalur arteri hingga akses Tol Bocimi kerap dipadati kendaraan pemudik dan wisatawan, sehingga mendorong sebagian masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih efisien.
Aktivitas penumpang KA Pangrango baik yang datang maupun berangkat terlihat cukup tinggi terutama di Stasiun Sukabumi. Mobilitas masyarakat pun meningkat seiring momentum arus mudik dan balik Lebaran. Banyaknya masyarakat mengaku sengaja memilih menggunakan Kereta Api Pangrango untuk menuju Sukabumi demi menghindari kemacetan di jalan raya. Ia mengatakan, kondisi lalu lintas yang padat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan moda transportasi.
Sejak H-2 hingga kini, masyarakat pengguna KA Pangrango masih terpantau kepadatan di Stasiun Sukabumi. Ini karena beberapa penumpang juga memanfaatkan kereta api lainnya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kota berikutnya, yaitu Kota Cianjur. Karena di Stasiun Sukabumi masyarakat bisa menggunakan kereta lokal KA Siliwangi dengan rute Sukabumi – Cianjur – Cipatat pulang pergi.
Sementara itu, okupansi KA Pangrango selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah mengalami peningkatan signifikan. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api turut dipengaruhi oleh faktor kenyamanan serta adanya program diskon tarif. Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebutkan bahwa tingkat keterisian penumpang mencapai 89 persen dalam periode angkutan Lebaran.
Kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk KA Pangrango dari tanggal 11 Maret – 1 April sebanyak 80.960 kursi. Sedangkan kapasitas tempat duduk harian sebanyak 3.680 kursi. Ia melanjutkan bahwa lonjakan jumlah penumpang tidak terlepas dari kebijakan diskon tarif sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial yang diberlakukan secara nasional.
