Marak Pencurian Komponen Rel Kereta, Ternyata Sudah Jadi Momok Sejak Puluhan Tahun

0
Ilustrasi rel kereta api

Beberapa hari ke belakang, pemberitaan media nasional dihebohkan dengan penangkapan sejumlah orang terkait tindak pencurian bantalan rel dari berbagai pelosok Tanah Air. Di Padang, Sumatera Barat contohnya, oknum tidak bertanggung jawab ini biasanya melancarkan aksinya di antara Stasiun Pauh – Indarung hingga Teluk Bayur. Lebih mirisnya lagi, tindakan yang dapat mengakibatkan kereta anjlok ini dilakukan oleh remaja hingga anak-anak di bawah umur, sehingga proses penjatuhan hukuman untuk menimbulkan efek jera pun sedikit sulit untuk dilakukan.

Baca Juga: Bentang Rel 1.435mm, Ternyata Telah Jadi Standar Sejak Zaman Romawi!

Ya, dapat Anda bayangkan jika beberapa pen roll, baut tripon, atau plat sambung di suatu jalur kereta hilang, “memang tidak seberapa secara materil, tetapi bahaya yang diakibatkan bisa sangat mematikan,” kata Manager Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, Jefry Indrajaya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman antaranews.com (22/6/2019).

Jefry menambahkan bahwa sudah ada tujuh kasus yang terjadi hingga pertengahan tahun 2019 ini, dan sebagian besar aset yang dicuri tersebut berbahan dasar besi. Dalam upayanya menanggapi aksi nekat ini, PT. Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divre II Padang telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk menindaklanjuti para pelaku yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan kereta akibat ulah comot-comot sembarangan ini.

“Jika kedapatan, kita akan lapor ke pihak kepolisian untuk segera diproses,” ujar Jefry

“Selain itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pengepul besi untuk tidak menerima aset-aset milik PT KAI,” tandasnya.

Terjadi Juga di Pulau Jawa
Tidak hanya terjadi di Padang saja, aksi serupa juga tengah marak terjadi di Banyuwangi. Lebih mirisnya lagi, aksi yang terjadi di Jawa Timur ini dilakukan oleh oknum PT KAI DAOP IX Jember. Adalah Muhlisin, 50 tahun, bekerja pada bagian unit Jalan Rel dan Jembatan ini pun harus mempertanggungjawabkan aksinya dengan ancaman peberhentian hubungan kerja secara tidak hormat pun sudah siap menyambut Muhlisin.

Mengutip dari laman sumber berbeda, Muhlisin bersama beberapa orang pelaku lainnya terlibat dalam aksi pencurian 5 batang besi bantalan rel kereta api di kawasan Sasak Gunting Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi, tepatnya di antara Stasiun Kalisetail dengan Stasiun Temuguruh pada tanggal 16 Juni 2019 kemarin.

Menjadi Penyakit yang Mendarah Daging
Aksi pencurian bagian dari rel kereta api tidak baru-baru ini saja terjadi, melainkan sudah dari puluhan tahun yang lalu. Sebut saja yang terjadi pada 23 Oktober 2007 silam di daerah Karanganyar, Jawa Tengah. Beruntung, pelaku yang tengah melancarkan aksinya pada sekitar pukul 21.00 WIB ini berhasil digagalkan oleh warga yang mendengar suara pukulan besi di sekitar rel kilometer 101 hingga 102, tepatnya di Kalioso.

Menurut pengakuan pelaku, ia menjual hasil curiannya tersebut kepada pengepul besi dengan harga Rp2.300 per kilogram.

Baca Juga: Bertabur Bebatuan di Sisi Rel Kereta Api, Inilah Penjelasannya!

Maju ke 4 Februari 2014, dimana Tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Bondowoso Jawa Timur menangkap 15 anggota sindikat maling rel kereta api yang tengah melancarkan aksi pencurian ini di Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Mayoritas, para pelaku menjual hasil curiannya tersebut kepada pengepul besi dan mendapatkan ‘upah’ yang nominalnya tidak menentu – tapi nominal yang didapatkan tersebut tidaklah sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan oleh PT KAI dan pihak keluarga jika sampai terjadi kecelakaan akibat ada bagian dari rel yang hilang.

 

Leave a Reply