Mark Heydon, Awak Kabin Aktif dengan Usia 63 Tahun!

(Metro)

Mimpi menjadi seorang awak kabin sepertinya tidak terbatas usia. Pasalnya seorang kakek yang akan memasuki usia 63 tahun di bulan depan baru saja mewujudkannya dan terbang bersama dengan salah satu maskapai serta melayani penumpang dengan baik.

Baca juga: Oman Air Kenalkan Seragam Baru Awak Kabin di London Heathrow

Mark Heydon, ya kakek yang satu ini tidak membiarkan usia senja menghalangi mimpinya. Dia bahkan meninggalkan pekerjaannya dengan jabatan sebelumnya sebagai petugas rumah tangga yang mengelola keuangan tahunan lebih dari 1 juta pounsterling.

KabarPenumpang.com melansir dari laman metro.co.uk (14/6/2016), bisa dikatakan posisinya saat ini adalah sangatlah berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Tetapi kakek ini bahkan melakukannya dengan cepat karena dia sangat alami dalam melayani pelanggan.

Janine Santos mengunggah gambar yang diambilnya dengan Heydon ke akun media sosialnya dan memuji grandad-of-five untuk layanan pelanggan yang luar biasa sepanjang penerbangan pada 3 Juni 2019 kemarin.

“Saya hanya menyambutnya dan temannya di atas kapal dan berbicara dengan mereka tentang liburan mereka. Sangat menyenangkan berbicara dengan mereka, cukup mencengangkan bahwa (posting Janine) telah memiliki jumlah hit yang dimilikinya luar biasa,” ujar Heydon yang berasal dari Porthcawl di Wales.

Menurutnya, alasan memilih untuk menjadi seorang awak kabin, karena merasa melakukan satu hal yang sama sekali berbeda bisa membawa kebaikan baginya.

“Saya percaya sejumlah masalah membuat Anda lebih muda, melakukan satu hal yang menakutkan Anda, adalah salah satunya. Jelas ini menakutkan dalam arti bahwa Anda tidak pernah tahu apa yang ada di depan Anda,” tambahnya.

Janine menambahkan, dirinya tersentuh ketika melihat Heydon karena dia seusia dengan ayahnya, yang baru-baru ini meninggal akibat kanker. Heydone mengaku, mendapat pekerjaan ini tidak mudah dimana dirinya satu dari 260 orang kandidat yang terpilih lebih dari 12 ribu kandidat. Bahkan dirinya mengakui butuh empat hari untuk pulih dari kelelahan setelah pelatihan.

Baca juga: Abaikan Tombol Panggilan dari Penumpang, Awak Kabin Emirates Terima Memo Peringatan

“Istri saya sangat bangga pada saya. Dia menjaga saya untuk memastikan bahwa saya mengenakan seragam saya dengan baik dan dia cenderung mengamati penerbangan saya secara online untuk melihat apakah telah lepas landas atau tertunda. Hari pertamaku sangat menegangkan, aku merasa agak seperti kelinci di lampu depan. Saya mencoba mengingat banyak hal karena perannya beralih antara layanan pelanggan ke keamanan pesawat dan keselamatan penumpang,” ujarnya.

Kalau di Indonesia boleh tidak ya untuk kakek-kakek jadi awak kabin?