Tuesday, April 16, 2024
HomeDestinasiMasalah Keamanan, Qantas Tiba-tiba Batalkan Penerbangan Perth-Jakarta, Gegara Wanita Terobos Istana?

Masalah Keamanan, Qantas Tiba-tiba Batalkan Penerbangan Perth-Jakarta, Gegara Wanita Terobos Istana?

Qantas mendadak membatalkan rencana penerbangan rute Perth-Jakarta PP, sehari setelah insiden wanita terobos Istana Negara terjadi. Rute tersebut sebelumnya direncanakan beroperasi mulai tanggal 30 November. Sebagai gantinya, maskapai nasional Australia itu meningkatkan penerbangan rute Perth-Singapura dari tujuh menjadi 10 flight per pekan.

Baca juga: Qantas Terbang Lagi ke Jakarta Sepekan Tiga Kali Mulai November, Catat Tanggalnya

Banyak spekulasi mengenai keputusan tersebut. Salah satunya okupansi rendah alias sepi penumpang sejak pertama kali diumumkan pada Juni lalu.

Kecurigaan tersebut bukan tanpa dasar. Qantas diketahui tetap menjalankan rencana penerbangan perdana pasca Covid-19 rute Perth-Johannesburg (Afrika Selatan) pada 1 November mendatang. Bila kendala teknis menjadi halangan untuk Qantas di rute Perth-Jakarta, banyak pihak berpikir bahwa rute Perth-Johannesburg juga seharusnya turut dibatalkan.

Rute Perth-Jakarta sebelumnya sangat dipuji setinggi langit, salah satunya oleh Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan.

“Indonesia adalah ekonomi yang berkembang pesat yang menampung lebih dari 270 juta orang, dan penerbangan baru ini akan mendukung pertumbuhan perdagangan dan hubungan pariwisata antara Australia dan Indonesia. Rute baru ini juga akan menyediakan pintu gerbang baru bagi para pelancong yang ingin menjelajahi Indonesia saat mereka terhubung ke kota-kota seperti Surabaya dan Medan,” katanya saat mengumumkan dimulainya rute tersebut pada Juni lalu.

Laporan Simple Flying, Qantas mengungkapkan alasan teknis keamanan di Bandara Perth menjadi penyebab utama batalnya penerbangan ke Jakarta. Rute Perth-Johannesburg juga sebetulnya terkena dampak, hanya saja tetap dijalankan dengan skenario dan jangka waktu tertentu.

Disebutkan, masalah teknis keamanan yang dimaksud adalah Qantas harus membagi kedatangan penumpang antara T1 dan T3 Bandara Perth sekalipun T3 adalah tempat maskapai itu mengoperasikan seluruh penerbangan domestik dan internasional.

“Keterbatasan infrastruktur di Terminal 3 menyulitkan berbagai agensi untuk melakukan pemeriksaan imigrasi dan biosecurity screening dengan maksimal untuk memproses penumpang dari beberapa tujuan, termasuk Afrika Selatan dan Indonesia,” jelas Qantas dalam sebuah pernyataan.

Dengan masalah tersebut, Qantas coba melobi berbagai instansi terkait seperti Australian Border Force Agency dan lainnya agar tetap diperbolehkan.

Sayangnya, berbagai instansi tersebut hanya memperbolehkan dua satu atau dua rute internasional populer, meskipun sampai batas waktu tertentu. Itu kenapa rute Johannesburg tetap dilanjutkan sampai waktu tertentu dan rute Jakarta sementara ditangguhkan. Itu juga berarti rute ke Johannesburg lebih populer di mata Pemerintah Australia dibanding rute Jakarta.

Dipilihnya rute ke Johannesburg ketimbang ke Jakarta juga secara tak langsung mengindikasikan bahwa rute tersebut lebih aman. Menariknya, pengumuman ini terjadi sehari setelah insiden wanita coba terobos masuk Istana Negara.

Penerbangan Qantas rute Perth-Johannesburg diketahui akan berangkat dari T3 bandara sampai 15 Januari 2023. Begitu juga dengan kedatangan dari Johannesburg-Perth itu akan mendarat di T3 bandara.

Baca juga: Setelah Sempat Ditutup, Garuda Indonesia Kembali Buka Rute Jakarta – Melbourne

Barulah pada 16 Januari hingga 25 Maret, keberangkatan dan kedatangan di rute tersebut akan dilakukan di T1 bandara. Untuk penumpang transit dari rute tersebut akan diarahkan ke T3.

Setelah 25 Maret, rute Perth-Johannesburg akan ditangguhkan sampai pengumuman lebih lanjut, sama halnya dengan rute Perth-Jakarta.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru