Sempat batal mengenai pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) sampai dengan Stasiun Karawang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut keterbatasan anggaran sebagai penyebab utama keputusan tersebut. Menurut kabar pada September lalu mengenai perjalanan KRL yang membuat masyarakat sangat setuju dengan rencana tersebut namun sempat pupus karena anggaran.
Dilansir dari laman Kompas mengutip bahwa Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Arif Anwar, menegaskan bahwa kapasitas fiskal pemerintah belum memungkinkan untuk membiayai proyek elektrifikasi jalur tambahan tersebut. Namun menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Kemenhub guna mencari solusi.
Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus mendorong percepatan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line hingga ke wilayah Karawang sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Polemik Stasiun Cikarang jadi ‘Hotel Darurat’, Masyarakat: Berharap KRL Beroperasi 24 Jam
KRL merupakan transportasi yang diharapkan warga Karawang karena berbeda dengan Kereta Walahar yang biasanya mereka gunakan sehari-hari harus memesan tiket terlebih dahulu. Bahkan jika tiket habis, penumpang mau tidak mau harus memesan tiket oada jam berikutnya dengan jeda waktu lebih dari satu jam.
Menggunakan KRL tentu tak harus memsan tiket melalui aplikasi yang menurut masyarakat agak merepotkan. Hanya tinggal tap in/out menggunakan kartu elektronik maka mereka bisa langsung naik tanpa dibatasi jumlah penumpangnya. Bahkan jika perjalanannya cukup banyak, tentu menambah kemudahan bagi penumpang yang naik dan turun di Stasiun Karawang.
Kehadiran KRL di Karawang akan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di koridor Karawang–Bekasi–Jakarta yang mengalami peningkatan volume kendaraan setiap tahun. Tentu dengan hadirnya KRL sampai Karawang, masyarakat akan memiliki pilihan transportasi yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih nyaman.
Hingga kini perjalanan KRL hingga Stasiun Karawang masih terus dikaji mengingat jalur yang dilewati merupakan jalur yang butuh tenaga listrik yang banyak juga memerlukan kecepatan yang signifikan agar tak mengganggu perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) pada jalur yang sama. Hingga kini perjalanan KRL hanya sampai Stasiun Cikarang dengan volume penumpang yang selalu ramai pada jam-jam tertentu.
Usianya Lebih dari Satu Abad, Stasiun Karawang Masih Terlihat Megah dan Makin Eksis
