Masih Masa Pandemi, MRT Jakarta Targetkan 65 Ribu Penumpang Per Hari

0
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar (KabarPenumpang.com)

Pandemi saat ini masih berlangsung dan membuat penurunan penumpang yang tajam pada Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tahun 2020 kemarin, ternyata tak menyurutkan semangat moda transportasi baru di ibukota. Hal ini terlihat dari MRT Jakarta yang menargetkan penumpang sebanyak 65 ribu orang per harinya.

Baca juga: Catatkan 27 Ribu Penumpang Per Hari, MRT Jakarta di Masa Pandemi Masih Untung di Bisnis Non Farebox

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, meski di masa krisis seperti ini pihaknya tidak mau berada terus di zona nyaman. Sebab saat ini adalah waktunya untuk melakukan trobosan dan inovasi.

“Krisis akan tetap ada, kalau tidak lakukan inovasi dan terobosan baru kita akan tergulung krisis. Makanya meski ridership atau penumpang tetap rendah tapi kami punya target 65 ribu penumpang per hari bukan tanpa konsekuen,” jelas William di Forum Jurnalis virtual, Selasa (5/1/2021).

Dia menyebutkan bila MRT Jakarta hanya main aman di target 20 ribu penumpang per hari, ini akan tercapai. Tetapi William mengaku, bila bermain aman bukanlah pilihan dan semua harus bergerak yang mana operasional dengan cara internasional.

“Kami akan berubah dari perusahaan transportasi menjadi perusahaan transformasi yang mengajak semua baik stakeholder maupun yang lainnya untuk bicarakan pengembangan,” jelasnya.

Bahkan meski di masa krisis seperti saat ini, William menyebutkan pihaknya akan berintegrasi dengan moda transportasi lain baik untuk layanan maupun sistem ticketingnya. Dia menjelaskan bahwa mekanisme untuk ticketing menggunakan JakLingko.

Di mana konsepnya diperkenalkan oleh Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Sistem ticketing ini dikatakan William, akan diintegrasikan secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek.

“Kita akan integrasi tiket dan tarif. Untuk sistem ticketing ada dua yakni gunakan tiket dan QR code dari mobile aplikasi. Pertama QR code dengan aplikasi bernama JakLingko yang terintegrasi dengan semua transportasi. Kita juga kembangkan kartu,” jelasnya.

Sedangkan untuk dompet elektronik atau e-wallet, saat ini MRT Jakarta belum menentukan akan menggunakan apa. William menyebutkan, bahwa mekanismenya disiapkan oleh empat perusahaan konsorsium.

Baca juga: Jepang Hadirkan Coworking Space di Stasiun, MRT Jakarta Pernah Wacanakan

“Kita akan siapkan beauty contest atau tendernya. Dalam satu atau dua Minggu kedepan kita umumkan hal ini. Sebab sejak Desember kemarin sudah ada 83 perusahaan dari seluruh penjuru dunia yang mau ikut andil beauty contes untuk e-wallet. Diharapkan Februari ini sudah ditentukan pemenang inisiatifnya dan Agustus atau September sudah mulai integrasi,” jelas William.

Leave a Reply