Maskapai Legendaris Pan Am Ternyata Sudah Terbang ke Jakarta Sejak 1960

0
Boeing 707 Pan Am (Foto: Istimewa)

Berbicara maskapai dunia yang pernah terbang ke Indonesia, dalam hal ini Jakarta, mungkin KLM jadi salah satu yang paling termasyhur. Tetapi, tak banyak yang menyadari bahwa maskapai legendaris asal Amerika Serikat, Pan American Airways (Pan Pam) ternyata juga sudah mulai menjadikan Jakarta sebagai salah satu rute internasionalnya sejak lama.

Baca juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

Sebelum Indonesia merdeka, Jakarta (Batavia) sudah menjadi destinasi internasional maskapai di dunia. Pada 1 Oktober 1924, KLM tercatat melakukan penerbangan antar benua pertama menuju Batavia (Jakarta). Ini juga mungkin menjadi maskapai asing pertama yang mendarat di Jakarta atau Nusantara pada umumnya.

Tetapi, itu mungkin sangat maklum mengingat Batavia berada di bawah kekuasaan Belanda yang notabene menjadi negara tempat KLM berasal.

Lain halnya dengan Pan Am. Sebelum Lufthansa mendirikan kantor perwakilan pada 3 Juli 1967 dan terbang perdana ke Indonesia tak lama setelahnya, Pan Am rupanya sudah lebih dahulu terbang ke Jakarta.

Dari catatan airlinemaps.tumblr.com, sepanjang perusahaan berdiri sejak 1927-1991, Pan Am tercatat mengeluarkan 19 route maps.

Jakarta memang tak seperti Manila (Filipina), Macau, dan Hong Kong ataupun Singapura, yang sudah sejak 1937 dan 1955, dihampiri oleh maskapai yang dikenal sebagai pelopor kelas ekonomi modern di penerbangan jarak jauh ini.

Jakarta akhirnya masuk dalam rute internasional Pan Am pada awal dekade 60an. Foto: Flickr

Jakarta baru dihampiri Pan Am di awal tahun 1960 dengan rute San Francisco/Los Angeles-Honolulu-Manila-Saigon (Vietnam)-Singapore-Jakarta.

Berbeda dengan keberangkatan dari luar Jakarta yang diharuskan transit, berdasarkan iklan Pan Am di Harian Umum Suara Merdeka dengan ejaan lama pada 30 Januari 1965, maskapai tersebut justru terbang direct dari Jakarta ke San Francisco, AS, dua kali sepekan setiap hari Selasa dan Jumat.

Iklan Pan Am tahun 65 di surat kabar Harian Rakyat Merdeka dengan ejaan lama. Foto: Flickr

Jadi, penumpang bisa merasakan sensasi bak sultan, sarapan di Jakarta dan makan malam di San Francisco.

Bali mulai masuk rute internasional Pan Am pada tahun 1971. Foto: Flickr

Di dekade itu, Bali belum menjadi rute internasional kedua Pan Am di Indonesia. Barulah pada Desember 1971, Bali melengkapi Bandara Internasional Kemayoran Jakarta untuk melahap rute Hongkong-Denpasar-Sydney-Nadi (Fiji)-Honolulu-Los Angeles serta San Francisco-Honolulu-Guam-Denpasar-Jakarta Kemayoran.

Iklan Pan Am. Tahunnya tak begitu jelas. Tapi, besar kemungkinan setelah tahun 71. Foto: Flickr

Menariknya, Pan Am adalah satu-satunya maskapai non Indonesia yang diizinkan mendarat di luar Jakarta (Bali) dengan frekuensi dua flight dalam seminggu.

Dalam komitmennya memperluas jangkauan penerbangan internasional Indonesia, Pan Am juga melayani penerbangan dari Bali dan Jakarta ke berbagai kota di luar negeri, seperti Sydney, Fiji, Honolulu, dan Los Angeles.

Setelah kecelakaan fatal di Bali, Pan Am tak lagi terbang dari dan ke Indonesia sejak 1978. Foto: Flickr

Sayangnya, pada 22 April 1974, Boeing 707 Pan Am dengan nomor penerbangan 812 mengalami kecelakaan naas di Bali saat menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan menewaskan 107 penumpang.

Baca juga: Ada Convair 990 Garuda Indonesia (Juga) dalam Komik Tintin

Usai insiden tersebut, Pan Am mengkaji ulang penerbangan dari dan ke Indonesia. Hasilnya, pada September 1978, Indonesia, baik Jakarta maupun Bali, tak lagi masuk dalam rute internasional Pan Am. Ini sekaligus menjadi akhir dari cerita kontribusi Pan Am menghubungkan Indonesia dengan dunia luar khususnya AS.

Adapun negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan lainnya tetap disinggahi maskapai sampai Pan Am dinyatakan bangkrut.