Maskapai Mana yang Paling Lama Operasikan Boeing 747?

0
Boeing 747-400 “Queen of The Skies” KLM. Foto: Airplane-Pictures.net

Tahun 2020 bisa dibilang sebagai salah satu waktu tersuram di industri penerbangan. PHK dimana-mana, pesawat di-grounded, bandara sepi, dan banyaknya maskapai yang mempensiunkan pesawat jadi beberapa indikator utama.

Baca juga: Tak Satupun Terbang, Airbus A380 Keok dari “Queen Of The Skies” Boeing 747

Di antara jenis pesawat yang banyak dipensiunkan, pesawat jumbo ikonik Boeing 747 adalah satu darinya. Di tahun ini, tiga maskapai besar dunia dikonfirmasi sudah mempensiunkan seluruh armada Boeing 747. Tiga itu adalah KLM, British Airways, dan Qantas.

Rata-rata dari mereka sudah menghabiskan kurang lebih 50 tahun bersama pesawat tersebut. Namun, di antara ketiganya, Qantas disebut maskapai yang paling lama mengoperasikan Boeing 747. Apa betul demikian?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya merunut kembali kontribusi awal pesawat ke maskapai. Bukan tiga maskapai di atas, melainkan maskapai pelopor kelas ekonomi modern di penerbangan jarak jauh Pan Am-lah yang tercatat sebagai maskapai pertama pengguna Boeing 747.

Dari catatan Simple Flying, pesawat tersebut mulai masuk ke dalam barisan armada Pan Am sejak 22 Januari 1970. Namun, kolaborasi keduanya harus terhenti pada Desember 1991 setelah maskapai dinyatakan bangkrut akibat sederet masalah internal dan eksternal. Dengan begitu, Boeing 747 dan Pan Am hanya terlibat kerjasama selama 22 tahun.

Di bawah Pan Am, Lufthansa adalah maskapai kedua yang menerbangan Queen of The Skies. Maskapai nasional Jerman itu mulai mengoperasikan Boeing 747 pada 26 April 1970 atau hanya berselang tiga bulan setelah Boeing 747 Pan Am mulai memasuki tahun layanan.

Lufthansa mengerahkan Boeing 747-100 untuk menggarap rute New York-Frankfurt dan masih terus menerbangkannya hingga saat ini, ketika maskapai lain mempensiunkan pesawat tersebut. Tak hanya itu, Lufthansa -yang notabene memiliki sekitar 56 armada Boeing 747 dari tahun ke tahun- juga masih mempunyai pesanan pesawat itu sebanyak 26 unit, di saat maskapai lain justru membatalkan pesanan dan beralih ke Boeing 787 Dreamliner atau Airbus A350.

Maskapai ketiga yang tercatat mulai menerbangkan Boeing 747 adalah KLM. Boeing 747 KLM kala itu terbang antara Amsterdam-New York pada Februari 1971. Setelah lebih dari 49 tahun mengudara, Queen of The Skies maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi itu akhirnya harus pensiun pada 29 Maret 2020 dan hanya menyisakan lima pesawat akibat anjloknya industri penerbangan dunia.

Senada dengan KLM, dua maskapai lain, Qantas dan BOAC/British Airways juga telah mengoperasikan pesawat nyaris 50 tahun. BOAC sebetulnya sudah menerima armada pertama Boeing 747 tak lama setelah Lufthansa. Namun, karena satu dan lain hal, maskapai itu harus merger dengan BEA untuk membentuk British Airways pada tahun 1974. Di tahun itulah maskapai asal Britania Raya itu mulai menerbangkan Boeing 747 dan memutuskan pensiun pada bulan Juli lalu.

Sebelum British Airways dan sesudah Pan Am, Lufthansa, dan KLM, Qantas menjadi maskapai tercepat keempat yang mengoperasikan Boeing 747. Maskapai yang memiliki nama panjang Queensland and Northern Territory Aerial Services (Qantas) itu tercatat mulai menerbangkan 747 pada September 1971, denga menggarap rute Sydney-Singapura (via Melbourne).

Sama halnya dengan British Airways, Qantas mengakhiri duetnya dengan Boeing pada bulan Juli lalu, ditandai dengan dikirimnya Boeing 747 terakhir ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, AS.

Baca juga: Boeing 747-300SR, Pesawat Jumbo Langka untuk Penerbangan Jarak Pendek

Di luar berbagai maskapai di atas, Japan Airlines tentu tak bisa dianggap remeh. Secara kumulatif, maskapai itu tercatat menjadi operator terbanyak yang mengoperasikan Boeing 747, yakni mencapai 144 pesawat, mulai 1970 sampai 2011. Maskapai yang berbasis di Tokyo, Jepang ini juga mengoperasikan lebih banyak seri, seperti 100, 200, 300, dan 400.

Dari berbagai keterangan di atas, Lufthansa jelas menjadi maskapai terlama yang masih mengoperasikan Boeing 747 di samping masih memiliki puluhan pesanan pesawat jumbo itu.

Leave a Reply