Meledak dan Terjun Bebas dari Ketinggian 300 Meter, Kecelakaan Balon Udara di Luxor Menjadi yang Paling Mematikan

0
Ilustrasi balon udara

Balon udara saat ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan wisata di beberapa negara seperti Turki dan Mesir. Namun sebuah kejadian naas terjadi di Mesir pada 26 Februari 2013 yang lalu dan menewaskan 19 orang tewas. Insiden ini terjadi di kota Luxor, Mesir yang disebabkan meledaknya bahan bakar gas di dalam balon.

Baca juga: Ketika Rekor Balon Udara Keliling Dunia Harus Pupus Gegara Cina Tak Izinkan Melintasi Negaranya

Sehingga balon udara terjun bebas dari ketinggian 300 meter. Saat itu balon udara tersebut tengah mengangkut 21 orang di mana 18 orang meninggal di tempat kejadian dan satu lainnya di rumah sakit sejam setelah insiden. Dua orang selamat lainnya menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan di mana salah satu korban selamat adalah pilot yang mengemudikan balon udara tersebut.

KabarPenumpang.com menghimpun berbagai laman sumber, korban tewas ketika ledakan merupakan pelancong asal Hong Kong, Jepang, Inggris, Perancis, Hungaria dan Mesir. Mereka tengah menikmati pemandangan Sungai Nil, kuil-kuil kuno Karnak dan Hatshepsut di udara. Bisa dikatakan, kecelakaan balon udara delapan tahun lalu menjadi yang paling mematikan dalam sejarah.

Balon udara ini milik operator Sky Cruise, satu dari delapan operator balon udara terdaftar untuk kawasan wisata kota kuno Luxor. Kecelakaan balon udara terakhir terjadi juga di Luxor pada 2009, yang mengakibatkan 16 wisatawan asing terluka, setelah balon udara yang mereka tumpangi menghantam menara transmisi telepon seluler. Insiden ini membuat pihak berwenang di Luxor meminta semua operator meningkatkan standar keselamatan.

Setelah insiden itu juga dibatasi hanya delapan balon yang diperbolehkan terbang bersamaan. Bahkan pilot yang mengemudikan balon udara pun dilatih dan penumpangnya maksimal hanya 32 orang. Kecelakaan balon udara juga terjadi di tempat lain, pada Januari 2012, balon udara terbakar di Wellington, Selandia Baru, 11 turis tewas.

Pada Maret 2012, pilot balon udara tewas di Fitzgerald, Georgia, AS setelah balon udaranya jatuh dari ketinggian 400 meter akibat cuaca buruk. Tujuh Penumpangnya adalah para skydiver yang sudah membawa parasut dan mereka semua selamat karena melompat. Selain itu pada 1989, 13 orang tewas ketika dua balon udara bertabrakan di Australia.

Baca juga: Zeppelin, Riwayat Balon Udara dengan Bahan Bakar Hidrogen

Untuk diketahui, balon terbang atau sering disebut balon udara merupakan sejenis pesawat terbang, sebuah balon yang dipompa dengan udara. Balon terbang dapat mengambang di udara karena daya apungnya. Awalnya, udara yang dipompakan itu adalah hidrogen. Karena risiko ledakan, sekarang gas mulia helium digunakan sebagai alat penggerak.

Leave a Reply