Beberapa jalur kereta api di sepanjang Pulau Jawa memiliki penamaan ‘jalur kantong’. Ya, jalur ini biasa dilintasi oleh berbagai kereta api, mulai dari perjalanan pendek , menengah, hingga jarak jauh. Beberapa wilayah yang memiliki jalur kantong ini salah satunya berada di Jawa Tengah. Kereta api yang melintas di jalur tersebut adalah KA Joglosemarkerto. Nah, kereta api tersebut melewati berbagai kota di Jawa Tengah.
Diluncurkan pada awal Desember 2018 lalu, KA Joglosemarkerto melayani relasi Solo – Yogyakarta – Purwokerto – Tegal – Semarang – Solo. Warga menyebut kereta ini melintasi jalur kantong di wilayah Jawa Tengah. Meski begitu untuk Kereta Api Joglosemarkerto merupakan termasuk dalam kategori perjalanan jarak jauh.
Total jarak tempuh KA ini mengelilingi jalur rel di wilayah Jawa Tengah adalah 579 kilometer. Layanan tersebut diluncurkan dengan tujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat Jawa Tengah, sekaligus mendukung program peningkatan kunjungan wisata dari Provinsi Jawa Tengah.
Untuk tarif Kereta Api Joglosemarkerto sendiri, terbagi dalam berbagai macam golongan disesuaikan dengan jarak tempuh dan jenis layanan kereta. Untuk tarif yang diberikan, warga bisa melihat di aplikasi ponsel Access by KAI, laman resmi kai.id atau datang langsung ke loket pemesanan di stasiun-stasiun terdekat.
Saat ini Kereta Api Joglosemarkerto sudah makin banyak peminatnya. Apalagi untuk perjalanan menengah yang menghubungkan ke beberapa kota di Jawa Tengah. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat jumlah penumpang KA Joglosemarkerto sebesar 458.938 pelanggan selama Januari–April 2026.
Nilai tersebut meningkat 11,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 411.931 penumpang. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan antarkota di Jawa Tengah dan DIY semakin tinggi, terutama pada sektor pendidikan, wisata, dan ekonomi yang saling terhubung.
Oleh karenanya, Mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat bepergian antarkota tanpa perlu berganti kereta, baik untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Kereta Api Joglosemarkerto memiliki pola perjalanan yang unik karena menghubungkan banyak kota dalam satu lintasan melingkar. Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbagai kota di Jawa Tengah menjadi yang paling digemari penumpang menggunakan kereta api ini.
Terlihat ribuan mahasiswa dari berbagai daerah datang setiap tahun ke Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, hingga Tegal untuk menempuh pendidikan, bekerja, maupun menjalankan aktivitas usaha. Selain itu arus wisata dan perjalanan antarkota di wilayah tersebut juga terus tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Menurut data dan informasi yang diberikan, informasi, selama Januari–April 2026, dua nomor perjalanan dengan pelanggan tertinggi yaitu KA 187 relasi Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan–Semarang Tawang yang melayani 168.971 pelanggan, serta KA 193 relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan sebanyak 160.401 penumpang.
Banyaknya warga memanfaatkan layanan ini untuk perjalanan pendidikan menuju Yogyakarta dan Solo yang dikenal sebagai kota pelajar, sementara sebagian lainnya menggunakan kereta untuk aktivitas bisnis dan perdagangan menuju Semarang, Pekalongan, Tegal, hingga Purwokerto.
Keberadaan Kereta Api Joglosemarkerto juga dinilai memberi dampak ekonomi bagi daerah-daerah yang dilintasi. Aktivitas masyarakat di sekitar stasiun turut bergerak, mulai dari sektor kuliner, transportasi lanjutan, penginapan, hingga pelaku UMKM lokal. Dan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas transportasi yang dapat memperkuat akses pendidikan, mendukung pertumbuhan wisata daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sepanjang lintas Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dampak Ekonomi KA Kahuripan: Kereta Termurah yang Hidupkan Jalur Selatan Jawa
