Menanti Kedatangan Pesawat Ke-50, Citilink Optimis Penuhi Target di Akhir Tahun

Citilink, maskapai penerbangan berbiaya rendah, yang juga anak perusahaan dari Garuda Indonesia kini sedang menunggu kedatangan pesawatnya yang ke-50 pada 26 Oktober mendatang. Kedatangan pesawat ke-50 ini juga menjadi penyelesaian target low cost carrier tersebut untuk menghadirkan 50 armada pada akhir tahun ini.

Baca juga: Airbus A320Neo: Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink

Armada terbaru ini, Citilink masih menggunakan tipe pesawat Airbus A320neo yang memiliki lorong kabin tunggal (narrow body). Vice President Corporate Communication Citilink, Benny S Butarbutar mengatakan, tambahan armada baru ini nantinya akan memperkuat konektivitas Citilink di wilayah Indonesia Timur.

“Pada 26 Oktober diperkirakan pesawat baru Citilink sudah tiba dan segera memperkuat armada Citilink. Khususnya untuk membuka konektivitas di timur Indonesia,” ujar Benny yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman kontan.co.id, Rabu (18/10/2017).

Hal ini karena, masih sedikit maskapai yang memiliki rute tujuan Indonesia bagian timur. Tak hanya itu, tingkat penumpang Citilink yang menuju Indonesia bagian timur cukup bagus, sehingga ada kemungkinan penambahan tiga rute di tiga kota pada Indonesia bagian timur.

Adanya tambahan armada ini, membuat pihak Citilink optimis bisa mencapai target mengangkut 12,4 juta penumpang hingga akhir tahun 2017. Diketahui, hingga September 2017 kemarin, Citilink sudah mengangkut penumpang sebanyak 8,9 juta.

“Sampai September kinerja keuangan Citilink dinyatakan baik walau di awal tahun mengalami tekanan sebagai dampak ekonomi global dan bahan bakar, tapi di peak season membaik, sesuai siklus industri penerbangan,” tambahnya.

Baca juga: Dorong Potensi Wisata, Citilink Buka Rute Baru Medan-Yogyakarta

Benny mengatakan, untuk memenuhi target tahun 20i7 ini, momen peak season di akhir tahun bisa menjadi salah satu peluangnya. Ini karena banyak masyarakat Indonesia yang berlibur bahkan pulang ke kampung menikmati liburan panjang. Untuk mengantisipasi, pihak Citilink telah mempersiapkan layanan extra flight.

Terkait masalah pendanaan,  PT Citilink Indonesia telah mendapatkan pinjaman dana segar US$15 juta dari PT Garuda Indonesia yang ditandatangani pada 29 September 2017. Jangka waktu pinjaman ini selama 13 bulan dan merupakan transaksi afiliasi mengingat Citilink adalah anak usaha dari Garuda Indonesia.

“Dasar pertimbangan perseroan melaksanakan transaksi tersebut adalah untuk memperkuat struktur permodalan Citilink di tengah persaingan industri penerbangan yang sangat kompetitif, khususnya segmen Low Cost Carrier (LCC),” ujar Helmi Imam Satriyono, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/10).

Transaksi afiliasi ini dikecualikan dari kewajiban untuk mengumumkan keterbukaan informasi kepada masyarakat, pasalnya ini merupakan transaksi perseroan dengan perusahaan terkendali yang sahamnya atau modalnya dimiliki secara langsung ataupun tidak langsung paling kurang 99 persen.