Mendarat Darurat di Siberia, Penumpang Air France Terperangkap Selama Tiga Hari!

0
Sumber: Shanghaiist

Masih ingat dengan kasus British Airways yang menelantarkan 200 penumpangnya tanpa akomodasi makanan dan penginapan di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York pada Kamis (1/11/2018) kemarin? Nah kali ini kejadian yang hampir serupa menimpa penumpang maskapai Air France, dimana sebanyak 282 penumpang terlantar selama tiga hari di Siberia pasca pesawat melakukan pendaratan darurat.

Baca Juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

Semestinya, pesawat ini melakoni penerbangan internasional berjadwal dari Paris menuju Shanghai. Namun karena kepulan asap dan bau menyengat di dalam kabin, akhirnya sang pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Irkutsk, salah satu kota terbesar di Siberia pada Minggu (11/11/2018). Bisa dibilang, nasib penumpang Air France dengan nomor penerbangan AF116 jauh lebih beruntung ketimbang penumpang British Airways, karena mereka masih mendapatkan akomodasi berupa hotel.

Dilasir KabarPenumpang.com dari laman time.com (14/11/2018), tidak ada satu penumpang pun yang terluka akibat insiden pendaratan darurat ini. “Awak AF116 yang mengemudikan Boeing 777 dari Paris ke Shanghai memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Irkutsk di Siberia setelah bau tajam dan asap tipis muncul di dalam kabin,” ujar pihak maskapai dalam sebuah keterangan tertulis.

Setibanya mereka di Irkutsk, para engineer langsung menganalisa kerusakan dan mereka menyadari bahwa pesawat tersebut tidak mungkin diperbaiki dalam waktu yang singkat. Maka dari itu, pihak maskapai bergerak cepat dengan mengirimkan armada lain untuk menjemput para penumpang yang terlantar itu.

Alhasil, pesawat kedua Air France pun tiba pada keesokan harinya. Sebelumnya, para penumpang diakomodasi menuju hotel terdekat. Namun sial, pesawat kedua ini juga mengalami kendala karena tidak bisa lepas landas dan menambah rasa frustasi para penumpang. Tanpa visa Rusia, para penumpang tidak dapat mengakses bagasi mereka, dan harus ditemani oleh kepolisian setempat ke mana pun mereka pergi.

Baca Juga: Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Akhirnya di hari ketiga, armada ketiga datang dan dapat menerbangkan para penumpang ini menuju Shanghai tanpa masalah. Perjalanan yang dijadwalkan memakan waktu selama 11 jam akhirnya harus ditempuh dalam waktu hampir empat hari. Sungguh sial!

 

Leave a Reply