Tuesday, April 16, 2024
HomeAnalisa AngkutanMengapa Ban Pesawat Sekarang Lebih Kecil Dibanding Ban Pesawat Lawas?

Mengapa Ban Pesawat Sekarang Lebih Kecil Dibanding Ban Pesawat Lawas?

Terdapat banyak perubahan pada pesawat saat ini (pesawat modern) dibanding pesawat tua (sebelum era jet). Mulai dari mesin pesawat yang dahulu kecil saat ini besar, sampai ban pesawat yang dahulunya sangat besar lebih melebihi tinggi manusia dewasa menjadi sangat kecil sepinggang orang dewasa. Untuk hal terakhir, kenapa itu bisa terjadi?

Baca juga: Kapan Ban Pesawat Diganti? Ini Jawabannya

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sudah jadi rahasia umum bahwa roda atau ban pesawat diketahui memiliki posisi genting di pesawat. Sekalipun tidak dilengkapi teknologi sangat canggih seperti peralatan avionik, tetap saja perannya dalam mendukung proses lepas landas dan mendarat sampai parkir di apron.

Jangankan seluruh roda pesawat, tidak berfungsinya satu saja roda pesawat itu sudah lebih dari cukup untuk membuat pesawat mendarat darurat. Secara umum, ketika itu terjadi, keselamatan dan keamanan penerbangan jadi terancam.

Saat mendarat dan lepas landas, tentu saja dibutuhkan landasan pacu (runway) dan ini berupa aspal.

Runway setidaknya dibangun dengan empat pondasi, mulai dari tanah dasar (sub grade), lapisan pondasi bawah (sub base course), lapisan pondasi atas (base course), lapisan permukaan (surface course). Di bagian atas atau permukaan, aspal runway harus berkualitas tinggi, seperti tak bisa ditembus air serta mampu memperbesar daya dukung lapisan terhadap beban roda pendaratan.

Umumnya, lapisan paling atas atau aspal runway memiliki ketebalan sekitar 127 cm. Ketebalan ini didesain untuk menahan tekanan dari ban pesawat saat mendarat yang mencapai 400 psi.

Baca juga: Tahukan Anda, Aspal Runway 10 Kali Lipat Lebih Kuat Dibanding Aspal Jalan Raya!

Dalam prosesnya, pesawat tak selalu mendarat mulus (soft landing). Di beberapa kondisi, dibutuhkan pendaratan kasar (hard landing) sebagai salah satu teknik pendaratan terbaik di kondisi tertentu. Saat hard landing terjadi terlebih pesawat tersebut memiliki bobot besar, maka sudah pasti tekanan pada aspal meningkat dan ini merusak aspal andai itu tidak mampu menahan tumbukan dari roda.

Sampai di sini, kesimpulannya, terdapat hubungan antara tekanan pada roda pesawat terhadap aspal di runway.

Itu kenapa beberapa pesawat superjumbo seperti Airbus A380 dan Antonov An-225 tidak bisa sembarang mendarat di bandara. Harus bandara tertentu, menyesuaikan kemampuan aspal runway menahan tekanan. Ini ada hubungannya dengan pertanyaan di awal, kenapa roda pesawat sekarang lebih kecil dibanding roda pesawat di masa lalu?

Sebagaimana penjelasan di atas, jawabannya adalah tekanan pada aspal. Selain itu, ada juga relasinya dengan struktur kekuatan undercarriage atau kaki-kaki landing gear pesawat.

Menurut Avionic engineer dan flight control systems, Alan Dicey, seperti dikutip dari Quora, semakin berat bobot pesawat, semakin bertambah ukuran roda pesawat. Berdasarkan hukum fisika, menggunakan satu roda yang sangat besar untuk pesawat mendarat tidak efektif dan efisien. Kaki-kaki pesawat perlu diperkuat demikian juga dengan aspal runway.

Baca juga: Kenapa Beberapa Airbus A320 Air India Miliki Roda Pesawat Ekstra?

Karenanya, landing force atau tumbukan roda pesawat ke aspal dibagi ke beberapa roda pesawat lainnya sehingga membuat tekanan ke struktur landing gear dan aspal itu sendiri menjadi lebih merata, tidak ke satu titik. Konsekuensi dari itu membuat roda pesawat harus lebih banyak dengan dimensi atau ukuran yang lebih kecil, bukan satu tapi besar seperti di pesawat tua sebelum era jet.

Dengan begitu, umur landing gear, roda pesawat, dan aspal itu sendiri jadi lebih panjang dibanding operasi dengan satu ban pesawat sangat besar di kiri kanan main landing gear.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru