Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar!

Sumber: The National

Kedatangan Supreme Leader Korea Utara, Kim Jong Un ke Vietnam pada Selasa (26/2/2019) kemarin masih hangat untuk diperbincangkan. Tidak melulu membahas tentang isi pertemuannya dengan pimpinan Negara Adikuasa, Donald Trump, namun satu poin yang tidak boleh luput dari perhatian adalah cara Kim Jong Un menyambangi Vietnam, yaitu dengan menggunakan kereta api. Tentu sebagaian dari Anda akan bertanya-tanya, “mengapa pimpinan negara seperti Kim Jong Un lebih memilih untuk naik kereta ketimbang pesawat yang jelas lebih efisien dari segi waktu?”

Baca Juga: Setelah Menempuh Jarak 4023 Km, Kereta Kim Jong Un Tiba di Vietnam Selasa Pagi

Sebagaimana yang diketahui bersama, Kim Jong Un menghabiskan waktu sekira 65 jam untuk mengular dari Pyongyang menuju Vietnam – perjalanan yang jelas tidaklah sebentar. Anak dari Kim Jong Il ini lebih memilih untuk ‘berlindung’ di balik kereta berlapis bajanya ini untuk menembus jarak sekira 4023 km ketimbang harus mengudara yang notabene hanya memakan waktu hitungan jam saja.

Sebenarnya ada sejumlah spekulasi yang beredar di masyarakat tentang pertanyaan ini. Namun satu yang paing santer diberitakan adalah Kim Jong Un takut akan ketinggian, sehingga dirinya lebih memilih untuk menggunakan kereta dalam lawatannya menuju negara lain. Jika ditelisik lebih dalam lagi, ternyata tidak hanya Kim Jong Un saja yang gemar naik kereta api, pun dengan mendiang ayahnya, Kim Jong Il dan mendiang kakeknya, Kim Il Sung.

KabarPenumpang.com mengutip dari laman time.com, melakukan lawatan ke negara lain dengan menggunakan kereta api memang sudah seperti tradisi bagi keluarga Kim Jong Un. Seperti yang sudah disinggung di atas, mulai dari mendiang kakeknya hingga mendiang ayahnya, semuanya gemar naik kereta api ketimbang pesawat. Bahkan, ketiganya diisukan takut untuk naik pesawat terbang.

Terkecuali Kim Jong Un, isu ini semakin dikuatkan dengan Kim Jong Il dan Kim Il Sung pernah menyaksikan secara langsung ledakan pesawat ketika tengah melakukan test flight di tahun 1982 – dan penerbangan Kim Il Sung terakhir terjadi pada 1986, dimana kala itu ia menyambangi Rusia. Sejak saat itu, keluarga para Supreme Leader ini tidak ada lagi yang pernah mengudara.

Kendati sesekali Kim Jong Un lebih memilih untuk naik pesawat, namun ia lebih sering menggunakan kereta dengan dalih mempertahankan tradisi keluarga.

Tidak hanya itu, kereta yang digunakan Kim Jong Un dalam lawatannya menuju Vietnam ini juga tidak sembarangan kereta. 21 rangkaian gerbong yang berlapiskan baja ini dikabarkan memiliki puluhan sofa empuk dan ruang konferensi di dalamnya. Pun dengan penjagaan super ketat guna mengawal sang diktator ini – satu rangkaian berada di depan kereta utama untuk memastikan keamanan jalur, sedangkan satu rangkaian lagi berada di belakangnya untuk mengangkut personel keamanan dan personel pendukung.

Baca Juga: Lakukan Perjalanan ke Beijing, Beginilah Kelebihan dari Kereta yang Bawa Kim Jong-un

Terlepas dari asumsi itu semua, para analis menyebutkan bahwa kunjungan Kim Jong Un ke Vietnam minggu ini merupakan salah satu ajang bagi Korea Utara untuk membuktikan diri bahwa negara beraliran komunis tersebut bisa berdikari tanpa bantuan negara manapun – termasuk Cina.

Pada kunjungannya ke Singapura guna bertemu Presiden Donald Trump pada bulan Juni kemarin, Kim Jong Un meminjam Boeing 747 milik Air China, lantaran pesawat Ilyushin Il-62 miliknya dinyatakan sudah tidak aman untuk mengudara – entah tidak aman dari masalah performa atau ada ancaman dari negara lain.

Nah, dalam kunjungannya yang sekarang, Korea Utara melalui Kim Jong Un seolah ingin menunjukkan bahwa negara tersebut bisa melepaskan ketergantungan terhadap Cina yang selama ini berada di belakangnya untuk urusan supply dalam situasi apapun.