Mengapa Pilot Tak Pakai Masker Saat di Pesawat? Inilah Enam Alasannya

0
(The Independent)

Di masa pandemi virus Corona, seluruh penumpang pesawat diwajibkan memakai masker dan dibekali hasil tes kesehatan, entah itu rapid test ataupun swab test, tergantung kebijaka masing-masing maskapai. Begitu juga dengan para pramugari. Bukan hanya itu, di dalam pesawat, kursi tengah juga diatur agar dikosongkan sebagai upaya menjaga jarak (sekalipun dinilai memang tak efektif karena kurang dari dua meter).

Baca juga: Kenapa Pilot Tak Banyak Memberikan Informasi Saat Terjadi Insiden? Inilah Alasannya

Akan tetapi, kewajiban memakai masker saat di pesawat rupanya tak berlaku untuk pilot. Tentu ada alasan atas perbedaan tersebut. Oleh karenanya, dilansir dari The Point Guy, berikut enam alasan mengapa pilot tak pakai masker saat di pesawat.

1. Komunikasi
Diakui atau tidak, beban kerja pilot cukup tinggi. Selain harus mengoperasikan pesawat dengan ratusan panel di kokpit, menanggung nyawa penumpang, serta berkomunikasi dengan ATC bandara, pilot juga harus berkomunikasi dengan co-pilot (atau sebaliknya), baik secara verbal maupun non verbal (atau melalui bahasa tubuh).

Khusus untuk komunikasi non verbal, hal itu rasanya sulit untuk dilakukan bila pilot dan co-pilot menggunakan masker. Lagi pula, degan beban kerja yang sangat berat, pilot dimungkinkan mengidap stres dengan perubahan situasi saat dalam mengoperasikan pesawat. Salah satu indikasi stres itu bisa dilihat ketika pilot menggigit bibir dan tanda ini mustahil bisa dilihat bila memakai masker.

2. Oksigen darurat
Di ketinggian 43 ribu kaki, pilot -termasuk penumpang- hanya memiliki waktu sekitar 10 detik untuk menggunakan masker oksigen saat terjadi keadaan darurat. Durasi tersebut tentu sangat sempit bila bercampur dengan panik. Bila penumpang pingsan karena kekurangan oksigen, mungkin dampaknya tak terlalu fatal. Namun, bagaimana bila pilot yang pingsan? Tentu, hal buruk akan terjadi.

3. Penglihatan kabur
Terkadang, ketika seseorang memakai masker, udara yang dihembuskan kadang kala membuat penglihatan menjadi kabur. Orang lain bisa saja seperti itu, namun tidak demikian dengan pilot yang notabene mengoperasikan burung besi seberat 190 ton dengan ratusan penumpang.

4. Efek samping
Bukan satu atau dua cerita masker membuat penggunanya merasakan gatal di area wajah. Padahal, konsentrasi pilot tak boleh terpecah sedikitpun saat di kokpit, terlebih saat hendak lepas landas dan turun landas.

Baca juga: KLM Cityhopper Jadi Maskapai Pertama Integrasikan Virtual Flight Deck dalam Pelatihan Pilot

5. Tetap memakai masker
Sekalipun di kokpit pilot tidak memakai masker, namun, ketika keluar kokpit mereka tetap diwajibkan memakainya. Selain itu, seluruh area kokpit juga disemprot disinfektan secara berkala sehingga besar kemungkinan kokpit tetap steril dari patogen berbahaya.

6. Aliran udara
Layaknya kabin, aliran udara di kokpit juga dilengkapi dengan filter HEPA (High Efficiency Particulate Air). Namun, aliran udara di kokpit berbeda dengan aliran udara di kabin. Singkatnya, kokpit tak berbagi udara dengan kabin. Begitupun sebaliknya. Dengan begitu, udara di kokpit bisa dibilang tak kalah sehat dengan di kabin.

Leave a Reply