Mengenal Eksotisme Layanan Kereta Tidur di Indonesia

Publik di Tanah Air saat ini hanya bisa membayangkan nuansa naik kereta tidur dari layar kaca. Tak sedikit eksotisme dan kenyamanan bepergian dengan gerbong dengan kamar ini ditampilkan dalam film-film Eropa. Meski di Indonesia kini tiada lagi kereta tidur reguler yang ditawarkan PT KAI, namun kilas balik ke dekade 70-an, kereta tidur sempat menjadi trademark layanan premium PT KAI (d/h PJKA). Dengan gerbong yang diimpor langsung dari Jerman, sensasi berkereta ala Eropa bisa dinikmati sembari menyusuri keindahan rute rel di Pulau Jawa.

Animo penumpang dan tingkat okupansi kereta tidur disebut-sebut cukup baik, juga tidak ada kendala teknis, bahkan operator mampu menarik untung dari penyediaan layanan ini. Namun lantaran alasan sosial, pada awal tahun 1990 layanan kereta tidur dihapuskan. Nah, mengetahui bahwa ada jejak kereta tidur di Indonesia tentu cukup menarik disimak, apalagi pada saat itu sajian pendukung pada kereta tidur disuguhkan secara maksimal, ada yang menyebut penumpang naik kereta ini serasa mendapat layanan kelas hotel mewah.

KA Bima tempo doeloe.
KA Bima tempo doeloe.

Dan bicara tentang kereta tidur di Indonesia, kiprahnya tak bisa dilepaskan dari Kereta Api (KA) Bima. Merujuk ke sejarahnya, KA Bima adalah kereta pertama yang menggunakan gerbong pembangkit untuk sumber tenaga listrik. Selain itu KA Bima adalah KA pertama yang menggunakan sistem AC berfreon yang umum dipakai sekarang. Namun tidak seperti saat ini, waktu itu AC terletak di bawah gerbong, dan udara dingin dialirkan ke kabin penumpang melalui jaringan pipa di dalam gerbong. Ciri khas dari sistem AC ini adalah deretan tonjolan bulat di atap gerbong. Bahkan ruang istirahat di gerbong pembangkit juga dilengkapi dengan AC.

Resminya KA Bima mulai beroperasi pada tanggal 1 Juni 1967, dan terdiri dari 2 rangkaian, yaitu Bima I dan Bima II. Mereka menggunakan gerbong tidur berwarna biru buatan Gorlitz Waggenbau, Jerman Timur, tahun 1967. Kereta tidur dihadirkan dalam dua kelas, yakni gerbong tidur kelas 1 (SAGW) dan gerbong tidur kelas 2 (SBGW). Gerbong kelas 1 terdiri dari kabin-kabin yang tempat tidurnya sejajar mengikuti arah kereta. Sedangkan gerbong kelas 2 tempat tidurnya posisinya melintang terhadap arah kereta.

Kompartemen yang dilengkapi kursi lipat, wastafel, dan lemari pakaian.
Kompartemen yang dilengkapi kursi lipat, wastafel, dan lemari pakaian.
Konfigurasi tempat tidur lipat.
Konfigurasi tempat tidur lipat.

Berbeda dengan kebijakan saat ini, harga tiket penumpang saat itu sudah termasuk makan malam dan sarapan, semua disajikan di kereta makan (tidak seperti sekarang yang disajikan langsung di tempat duduk). Model ini mengacu pada standar layanan kereta di Eropa Barat.

Seperti apa kelengkapan di dalam kamar tidur KA Bima? Disarikan dari masbagusadventure.blogspot.co.id, masing-masing kamar terdiri dari 2 tempat tidur yang posisinya bertingkat. Pada saat awal perjalanan, tempat tidurnya dalam posisi terlipat, dan sebagai gantinya penumpang duduk di kursi secara berhadapan. Di sebelahnya terdapat wastafel cuci tangan yang bisa dilipat, serta tempat untuk menyimpan botol air minum mineral untuk penumpang. Selain juga terdapat lemari untuk menyimpan pakaian.

Mengenai layanan di kereta makan (garbong restorasi), disajikan menu lengkap khas makan di hotel berbintang. Saat makan tiba, para penumpang akan dipanggil untuk datang ke gerbong restorasi untuk makan. Biasanya panggilannya digilir per gerbong, karena batas kapasitas.

Kereta makan KA Bima.
Kereta makan KA Bima.

Walau sudah termasuk harga tiket, tetapi menu makanannya bervariasi, dan porsinya besar. Itu bisa berupa bistik, nasi rames, nasi goreng, lengkap dengan makanan penutupnya yang umumnya berupa puding. Makanan bisa disajikan secara a la carté, dimana makanan disajikan kepada penumpang yang duduk di meja, atau disajikan secara prasmanan (buffet), dimana makanan disajikan di salah satu meja di sudut kereta makan, dan penumpang tinggal mengambil sendiri makanannya.

PJKA mengakhiri layanan kereta tidur di KA Bima pada tahun 1984, dan sisa gerbong tidur yang ada sempat dipakai sebentar di KA ekspress lainnya, seperti Mutiara Utara, Senja atau Mutiara Selatan sebelum diistirahatkan. Saat mengemban peran sebagai kereta tidur, KA Bima melayani rute Jakarta (Gambir) hingga Surabaya (Gubeng), melalui Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo dan Madiun. Sementara KA Bima saat ini melayani rute Jakarta hingga Malang.