Mengenal “Go-Around,” Saat Pesawat Tak Jadi Mendarat Karena Beragam Faktor

Ilustrasi pesawat yang lakukan go around. Sumber: youtube.com

Pernahkah pesawat yang Anda tumpangi mendadak kembali mengudara padahal pesawat tersebut sudah siap untuk landing? Biasanya, pesawat sudah berada di ketinggian terbang yang sangat rendah dan Anda sudah mulai bisa memetakan daerah di sekitar bandara, namun pesawat terpaksa harus kembali gaspol untuk terbang kembali. Ya, dalam dunia penerbangan, kejadian semacam ini dikenal dengan istilah go-around. Tentu Anda penasaran kan dengan proses go-around ini sendiri?

Baca Juga: Mengenal Balked Landings, Proses ‘Gagal’ Mendarat yang Dipengaruhi Sejumlah Faktor

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, go-around atau over shooting adalah sebuah manuver standar dari sebuah pesawat terbang dalam momen membatalkan proses landing sebagai akibat dari terjadinya sesuatu di luar perencanaan yang dapat mengganggu proses landing bila tetap dilanjutkan.

View this post on Instagram

Momen dramatis Airbus A340 Air France yang batal mendarat dan harus take off kembali #goaround di Bandara Princess Juliana, Saint Martin, Karibia. #airbusa340 @airfrance @sxmairport Video credit:FlyingDutchFarao

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Kendati go-around merupakan salah satu manuver dadakan, tapi seluruh pengoperasian pesawat terbang selalu dan harus mengacu kepada buku petunjuk atau “manual” terkait, seperti “operation manual” yang berisi antara lain prosedur normal operation dan emergency procedure. Jadi, seluruh manuver yang dilakukan oleh pilot dalam proses penerbangannya dipandu dengan ketat oleh sebuah referensi yang dikenal dengan “check-list”.

gambaran proses go around. Sumber: istimewa

Jika ditanya penyebab dari go-around sendiri, sebenarnya ada dua cabang inti: teknis dan non-teknis. Dari segi teknis, mungkin pilot menghadapi situasi dimana roda pesawat tidak turun saat mau landing, atau pilot merasa tidak percaya diri ketika hendak melakukan landing – dimana faktor ini bisa terjadi karena adrenalin pilot yang terlalu terpacu sehingga membuyarkan konsentrasinya dan pada akhirnya ia mengambil keputusan untuk melakukan go-around.

Baca Juga: Lakukan Go Around, Pilot Garuda Indonesia GA425 Selamatkan Penerbangan dari Petaka

Lalu ada juga faktor non-teknis yang biasanya berasal dari kondisi cuaca di bandara tujuan. Cuaca yang buruk atau terpaan angin yang sangat keras pada akhirnya dapat menyebabkan seorang pilot mengambil keputusan untuk melakukan go-around guna menyelamatkan nyawa ratusan penumpang yang ia bawa.

Selain cuaca buruk, kondisi darurat di landas pacu bandara tujuan juga bisa menjadi faktor penyebab go-around – sebut saja landas pacu mendadak tidak bisa digunakan karena ada pesawat yang tergelincir dan faktor emergency lainnya.