Mengenal Pesawat Test Bed, Cikal Bakal Lahirnya Pesawat Baru

0
Dua tahun lalu, pesawat Qantas yang dipensiunkan akhirnya dibeli oleh Rolls Royce untuk dijadikan sebagai flying test bed atau pesawat uji terbang yang nantinya mendukung pengembangan mesin baru perusahaan. Foto: Airline Geeks

Pesawat uji terbang atau test bed aircraft mungkin keberadaannya tak begitu jelas pasca sebuah pesawat baru lahir. Kendati demikian, pesawat test bed memegang peranan penting selama penelitian dan pengujian konsep pesawat baru.

Baca juga: Gokil, Rolls-Royce Luncurkan Mesin Pesawat Sebesar Pesawat Airbus A220

Dilansir calspan.com, flying test bed (FTB) sendiri merupakan pesawat yang dikonfigurasi khusus untuk penerbangan penelitian atau menguji konsep pesawat serta peralatan on-board.

Pesawat test bed biasanya sudah dimodifikasi dengan ketentuan yang ada, seperti instalasi data kondisi pesawat, instalasi listrik, dan mekanik untuk dukungan sistem pelanggan, uji terbang, komunikasi, dan sistem data penyimpanan saat test bed dilakukan.

Secara umum, flying test bed mencakup banyak hal, tak melulu pengembangan pesawat baru, seperti crew development, training, system development (avionik, radar, sistem data penerbangan, dan sistem sensor), pengembangan mesin, dan lain sebagainya.

Terkait pengembangan mesin baru, biasanya pesawat uji atau pesawat test bed ini akan melakukan pengujian terbang menggunakan prototipe mesin sebelum melewati uji sertifikasi.

Sekalipun fasilitas test bed di darat sudah tersedia dan nyaris menyerupai flying test bed di udara, pengujian mesin baru menggunakan pesawat di udara harus tetap dilakukan. Sebab, sertifikasi mesin akan menguji langsung mesin pada pesawat sambil terbang, tidak hanya fasilitas testbed.

Sudah begitu, kendati mesin yang jadi objek pengembangan, pesawat test bed juga dikonfigurasi ulang atau disesuaikan dengan objek tersebut, seperti perkabelan dan peralatan instrumentasi baru, sistem bahan bakar dan perpipaan, serta modifikasi struktur sayap.

Di dunia, ada begitu banyak perusahaan yang menyediakan flying testbed aircraft atau pesawat test bed seperti Boeing, yang pesawat test bed-nya digunakan oleh perusahaan-perusahaan dirgantara AS, seperti AlliedSignal, Honeywell Aerospace, dan Pratt & Whitney, Gromov Flight Research Institute, yang disebut sebagai produsen pesawat test bed terbesar sejak era Uni Soviet pada 1941 sampai era Rusia, dan lain sebagainya.

Baca juga: Lama ‘Nganggur’, Pesawat Uji Terbang Airbus A220 Sekarang Jadi Mockup

Selain produsen pesawat test bed di atas, produsen dirgantara di berbagai belahan bumi juga biasanya memproduski pesawat test bed-nya sendiri dalam pengembangan pesawat baru; seperti yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Guna memuluskan pengembangan pesawat CN-235 220 Gunship, PTDI terlebih dahulu mengaplikasikan pesawat dalam bentuk prototipe, dan sebelum prototipe dibuat, setiap manufaktur pesawat akan melakukan serangkaian uji coba konfigurasi payload pada testbed aircraft atau flying test bed. Karenanya, dua tahun lalu, flying test bed CN-235 terbaru PTDI, dengan nomer registrasi AX-2301, akhirnya resmi dirilis.