Mengenal RESA, ‘Juru Selamat’ Pesawat di Bandara

0
Ilustrasi RESA. Foto: Skiesmag

Insiden kecelakaan pesawat Boeing 737-800 Air India Express dengan nomor penerbangan IX 1134 mengingatkan semua orang terhadap Runway End Safety Area (RESA). RESA menjadi penting mengingat fungsinya dalam meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat berbagai kecelakaan saat proses lepas maupun turun landas.

Baca juga: Ada Peran “Tabletop Airport” dalam Kecelakaan Pesawat Air India Express 1344, Apa Itu?

Di Indonesia, insiden kecelakaan pesawat yang mengingatkan kita pada RESA pernah salah satunya pernah terjadi pada Rabu 7 Maret 2007. Kala itu, langit sedang cerah bersahabat di atas Yogyakarta. Namun, pendaratan berlangsung jauh dari mulus. Pesawat Garuda Indonesia yang dipiloti Kapten Marwoto Komar itu turun dalam kondisi miring tajam. Oleng. Kecepatan pesawat melampaui kecepatan operasi dengan wing flaps.

Sejurus kemudian, sistem peringatan bahaya Ground Proximity Warning System (GPWS) meraung-raung selama 15 kali. “Go around, go around (terbang kembali),” teriak sang kopilot Gagam Saman Rohmana. GA-200 mendarat pada zona touchdown atau kurang lebih 650 meter dari ujung landasan pacu (departure runway) 09.

Setelah menyentuh landasan, pesawat mengalami bouncing 2 kali. Saat kembali menyentuh landasan kali ketiganya, roda pendarat depan patah menyisakan batangan logam.

Gesekan logam pada landasan menimbulkan percikan api pada sisa landasan pacu. Pesawat pun gagal berhenti di titik yang ditentukan, terus meluncur dengan kecepatan tinggi hingga menabrak pagar besi bandara. Roda menabrak tanggul, sementara sayap bagian kanan patah akibat menghantam tanah di lahan pertanian.

Patahannya kemudian terlempar ke arah kiri pesawat, sehingga bertumpuk pada sayap kiri. Akibatnya, bahan bakar yang tertampung di bagian sayap tumpah dan menyebar ke area persawahan.

GA-200 kemudian berhenti di area persawahan dalam kondisi terbakar. Asap hitam mengepul. Suara ledakan terdengar mengerikan. Sekali lagi, insiden itu mengingatkan kita pada RESA.

Menurut Annex 14 Convention on International Civil Aviation (ICAO), zona aman di ujung landasan harus dimiliki setiap bandara. Sebelumnya, RESA hanya rekomendasi tetapi mulai tahun 2005 silam RESA menjadi sebuah keharusan.

Dilansir skybrary.aero, Runway End Safety Area sendiri adalah permukaan di sekitar landasan pacu yang disiapkan untuk mengurangi risiko kerusakan pada pesawat jika terjadi undershoot, overshoot, atau overrun dari runway.

Dimensi RESA. Foto:
Transportation Safety Board of Canada

Namun, sebelum masuk ke RESA, Runway Strip juga menjadi instrumen tambahan penting di ujung landasan yang juga patut diketahui. Besaran dimensi runway strip berbeda-beda, tergantung dari bandara atau runway itu sendiri.

Bagi runway dengan Kode 3 (panjang mencapai 1200-1799 meter) dan 4 (1800 meter atau lebih), runway strip setidaknya harus diperpanjang di kedua sisi (melebar) masing-masing setidaknya 150 meter. Dengan begitu, total lebar runway strip mencapai 300 meter. Adapun runway strip di luar area threshlod atau biasa juga disebut blast pad atau stopway, runway dengan kode tersebut (3 dan 4) wajib diperpanjang minimal 60 meter.

Sedangkan untuk runway dengan Kode 1 (panjang kurang dari 800 meter) dan 2 (800-1199 meter), persyaratannya jauh lebih ringan menjadi dikurangi 75 meter (tambahan lebar runway) serta blast pad dikurangi menjadi hanya 30 meter.

Baca juga: Matekane Air Strip, Bandara Terekstrem dengan Ujung Runway Langsung Mengarah Ke Jurang

Dalam perjalanannya, RESA mengalami beberapa kali revisi. Saat ini, Recommended Practice RESA oleh ICAO harus memiliki panjang minimal 90 meter di luar runway strip dan minimal dua kali lebar lebar runway yang ditentukan. Kemudian panjang RESA ditambah lagi sepanjang 240 meter untuk runway Kode 3 dan 4 dan 120 meter untuk runway Kode 1 dan 2. Adapun di keempat kode runway itu mencapai 125 meter.

RESA bukanlah satu-satunya ‘juru selamat’ dalam mengantisipasi kecelakaan di bandara akibat undershoot, overshoot, atau overrun. Dari segi instrumen, sebetulnya, selain RESA, ada juga EMAS atau Engineered Material Arrestor/Arresting System. EMAS sudah digunakan di seluruh bandara internasional di Amerika Serikat, menggantikan RESA. EMAS terbuat dari beton ringan dan dinilai lebih efektif. Disebutkan, EMAS sepanjang 75 meter sama dengan RESA sepanjang 240 meter.

Leave a Reply