Mengenang Peristiwa 9/11, Empat Pesawat Dibajak Teroris Al Qaeda dan Ditabrakkan ke-3 Target

0
Flight 93 National Memorial. Sumber: pixabay

Peristiwa 11 September tahun 2001 atau biasa juga disebut Tragedi 11 September terus dikenang setiap tahunnya. Peristiwa besar ini menjadi sejarah paling kelam dunia dirgantara internasional. Sebab, dalam peristiwa 9/11, empat pesawat dibajak dan dijadikan ‘rudal’ yang menyasar tiga target. Akibatnya, nyaris 3 ribu orang tewas dan lebih dari 6.000 orang lainnya luka-luka.

Baca juga: Lolos dari Maut dalam Peristiwa 9/11, Pramugara ini Dorong Troli Setara Jarak Jakarta-Pekalongan

Peristiwa atau serangan 11 September 2001 dimulai oleh pesawat Boeing 767-223ER American Airlines Flight 11. Pesawat ini semestinya terbang dengan aman dari Bandara Internasional Logan di Boston, Massachusetts, ke Bandara Internasional Los Angeles, di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS).

Namun nahas, lima teroris Al Qaeda membajak dan salah satu dari mereka yang juga disebut sebagai pilot mengambil alih pesawat. Pesawat akhirnya ditabrakkan ke Menara Utara World Trade Center pada pukul 08.46 waktu setempat.

Seluruh penumpang dan kru di pesawat yang berjumlah 92 orang, dan sekitar 1.600 orang (termasuk pelompat dan pekerja darurat) di Menara Utara World Trade Center tewas seketika.

Serangan kedua ke Menara World Trade Center pada peristiwa 11 September 2001 terjadi pada pukul 09.03 waktu setempat. Kali ini datang dari pesawat Boeing 767-222 United Airlines Flight 175. Pesawat dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Logan di Boston, Massachusetts, ke Bandara Internasional Los Angeles, di Los Angeles, California, AS.

Tetapi, lima teroris Al Qaeda mengambil alih pesawat dan menabrakkannya ke Menara Selatan World Trade Center. 65 orang di pesawat, yang salah satunya adalah WNI, Eric Samadikun Hartono, dan sekitar 900 orang di Menara Selatan World Trade Center tewas seketika. Korban tewas semakin bertambah saat Gedung World Trade Center runtuh, 56 menit usai tabrakan kedua.

Serangan pesawat ketiga dalam tragedi 11 September 2001 datang dari Boeing 757-223 American Airlines Flight 77. Pesawat semestinya mengarungi rute dari Bandara Internasional Washington Dulles di Fairfax dan Loudoun Counties, Virginia, dekat Washington, D.C. ke Bandara Internasional Los Angeles di Los Angeles, California.

Sayangnya, lima teroris Al Qaeda membajak pesawat tersebut dan menabrakkannya ke Pentagon, menewaskan 64 orang yang ada di dalam pesawat (termasuk awak pesawat, penumpang, dan teroris) serta 125 karyawan dan tamu di Pentagon.

Adapun serangan terakhir dalam peristiwa 11 September 2001 datang dari Boeing 757-222 United Airlines Flight 93.

Baca juga: Pasca Insiden 9/11, Temperatur Udara di Amerika Serikat Sempat Naik Dua Derajat 

Pesawat dijadwalkan melahap rute dari Bandara Internasional Newark (sekarang Bandara Internasional Liberty Newark) di Newark, New Jersey, ke Bandara Internasional San Francisco, lalu menuju Bandara Internasional Narita dekat Tokyo, Jepang, dengan menggunakan pesawat lain.

Namun pesawat dibajak saat menuju San Francisco. Para teroris yang membajak awalnya akan menabrakkan pesawati ke U.S. Capitol Building. Tetapi, karena penumpang dan kru melawan, pesawat akhirnya dijatuhkan ke sebuah lahan di Shanksville, Pennsylvania, sekitar 150 mil (240 km) barat daya Washington, D.C.